Malaysia Tangkap Turis yang Bugil di Gunung Kinabalu Sebelum Gempa

Malaysia Tangkap Turis yang Bugil di Gunung Kinabalu Sebelum Gempa

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 13:58 WIB
Malaysia Tangkap Turis yang Bugil di Gunung Kinabalu Sebelum Gempa
foto turis yang menuai kecaman (Facebook)
Kuala Lumpur, - Otoritas Malaysia telah menangkap seorang pria Eropa yang dituduh telah bugil dan buang air kecil sembarangan di Gunung Kinabalu, Sabah sebelum gempa terjadi pada Jumat, 5 Juni lalu.

Turis berumur 38 tahun itu ditangkap di Kota Kinabalu, ibukota Sabah atas tuduhan menimbulkan gangguan publik.

Demikian diberitakan surat kabar lokal The Star seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2015). Media tersebut mengutip pernyataan kepala penyelidikan kriminal Sabah, Sallehuddin Abdul Rahman.

Menurut aturan hukum Malaysia, hukuman untuk pelanggaran seperti itu adalah denda 400 ringgit atau sekitar Rp, 1,4 juta.

Dilaporkan bahwa pria tersebut ditangkap di bandara Kota Kinabalu saat akan terbang ke Filipina. Pria yang tidak disebutkan namanya itu, diyakini termasuk di antara 10 turis asing yang telanjang dan berpose di puncak Gunung Kinabalu pada 30 Mei lalu. Foto-foto mereka kemudian ramai beredar di Internet dan menimbulkan kemarahan warga setempat.

Gunung Kinabalu yang populer bagi para pendaki, dianggap suci oleh suku Kadazan Dusun di Sabah. Mereka percaya bahwa gunung tersebut sebagai tempat peristirahatan arwah-arwah leluhur.

Usai gempa 6 Skala Richter pada Jumat (5/6) lalu, publik Malaysia ramai-ramai mencela foto bugil di Gunung Kinabalu itu. Menurut mereka, perbuatan para turis tersebut telah membuat arwah leluhur marah, hingga menimbulkan gempa bumi.

Pejabat pemerintah Sabah, Joseph Pairin Kitingan bahkan menyebut aksi bugil para turis tersebut sebagai penyebab gempa. "Ini pasti akan membawa ketidakberuntungan. Kita tidak bisa bermain-main dengan arwah suci penunggu gunung," cetus Kitingan.

Dikatakannya, ritual khusus akan dilakukan untuk menenangkan para arwah di gunung tersebut.

Gempa tersebut menewaskan 19 orang, termasuk beberapa siswa Sekolah Dasar Tanjong Katong asal Singapura yang tengah melakukan pendakian di Gunung Kinabalu.

(ita/ita)



Berita Terkait