AS Minta Blogger Arab Saudi Tidak Dicambuk 1.000 Kali

AS Minta Blogger Arab Saudi Tidak Dicambuk 1.000 Kali

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 11:25 WIB
AS Minta Blogger Arab Saudi Tidak Dicambuk 1.000 Kali
demo menentang hukuman cambuk (BBC)
Washington, - Seorang blogger terkenal Arab Saudi akan menerima 1.000 kali cambukan dan dihukum penjara 10 tahun atas dakwaan menghina Islam. Hukuman itu akan segera dilakukan karena Mahkamah Agung Saudi telah menguatkan putusan tersebut.

Atas hal ini, pemerintah Amerika Serikat menyerukan pemerintah Saudi untuk membatalkan hukuman cambuk tersebut. Departemen Luar Negeri AS menyatakan sangat prihatin akan putusan MA Saudi tersebut.

Pada Januari lalu, Raif Badawi telah menjalani hukuman cambuk tahap pertama sebanyak 50 kali dari 1.000 kali cambuk yang dijatuhkan padanya, dalam persidangan pada November 2014 lalu.

Hukuman cambuk tahap berikutnya telah ditunda karena pria berumur 31 tahun itu, belum sembuh akibat cambukan tahap pertama. Namun putusan MA pada Minggu, 7 Juni lalu memerintahkan agar hukuman cambuk terhadap Badawi kembali dilanjutkan.

"Seperti yang kami telah katakan sebelumnya pada Januari, pemerintah AS terus meminta otoritas Saudi untuk membatalkan hukuman brutal ini dan meninjau kembali kasus dan hukuman Badawi," ujar Jeff Rathke, juru bicara Deplu AS seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/6/2015).

"Kami menentang keras hukum-hukum yang membatasi kebebasan berekspresi, termasuk hukum kemurtadan," imbuhnya.

Selain dikenal sebagai penulis blog, Badawi merupakan pendiri situs web Jaringan Saudi Liberal yang sekarang sudah dilarang. Aktivis HAM itu ditangkap pada Juni 2012 karena dianggap melakukan kejahatan dunia maya dan menghina Islam. Hakim memerintahkan situs web tersebut ditutup karena telah mengkritik polisi syariat Saudi.

Kasus Badawi telah menuai protes pemerintah Barat, namun Saudi menolak intervensi dan kritikan atas sistem pengadilannya.

Menurut istri Badawi, dengan putusan MA ini, dikhawatirkan hukuman cambuk akan kembali dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Istri Badawi dan organisasi-organisasi HAM menegaskan, pelaksanaan hukuman cambuk secara penuh dapat mengancam keselamatan jiwa Badawi.

(ita/ita)


Berita Terkait