Kepala departemen penyalahgunaan narkoba Kementerian Kesehatan Iran, Dr Alireza Norouzi mengatakan, 150 fasilitas tersebut akan memberikan penanganan khusus dan pelatihan untuk membantu orang-orang menghentikan kecanduan alkohol.
Disebutkan Norouzi kepada kantor berita ISNA dan dilansir AFP, Senin (8/6/2015), enam dari 150 pusat yang akan dibuka pada Maret 2016 tersebut, juga akan memberikan program detoksifikasi rawat inap.
Sebelumnya Iran telah membuka pusat detoksifikasi pertamanya di Teheran pada akhir 2013 lalu.
Otoritas Iran memperkirakan, sekitar 200 ribu warga Iran mengalami masalah alkohol, meskipun adanya larangan minuman keras (miras) yang diberlakukan sejak revolusi Islam tahun 1979. Larangan ini tidak berlaku bagi warga minoritas Kristen di negeri itu, yang diizinkan memproduksi anggur untuk digunakan dalam misa.
Namun alkohol banyak diproduksi secara ilegal di Iran, hingga kerap dilaporkan kematian warga akibat miras oplosan. Selain itu, minuman beralkohol juga banyak diselundupkan dari negara-negara tetangga, khususnya Turki dan Irak.
(ita/ita)











































