Cegah MERS, Korsel Sadap Telepon Orang-orang yang Dikarantina

Cegah MERS, Korsel Sadap Telepon Orang-orang yang Dikarantina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Minggu, 07 Jun 2015 15:08 WIB
Cegah MERS, Korsel Sadap Telepon Orang-orang yang Dikarantina
st
Jakarta - Otoritas Korea Selatam (Korsel) akan menyadap telepon ratusan orang yang kini dikarantina terkait wabah MERS alias Sindrom Pernapasan Timur Tengah (Middle East Respiratory Syndrome) di negeri itu. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Langkah ini diumumkan di tengah meningkatnya jumlah penderita MERS di Korsel, yakni sebanyak 64 orang dengan lima orang meninggal.

"Harap dimengerti bahwa ini langkah yang tak bisa dihindari demi para tetangga dan keluarga kita," ujar Deputi Perdana Menteri Korsel Choi Kyung-hwan kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (7/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Choi di kota Sejong, saat mengumumkan rencana untuk menyadap telepon genggam orang-orang yang dikarantina guna memastikan mereka tetap berada di rumah.

Saat ini, hampir 2 ribu orang di Korsel dikarantina, sebagian di fasilitas-fasilitas kesehatan namun kebanyakan dikarantina di rumah masing-masing. Ini termasuk seluruh penduduk sebuah desa yang berjumlah 105 orang, yang dikarantina setelah seorang warga setempat dipastikan tertular MERS, setelah mendatangi rumah sakit yang merawat pasien MERS pertama di negeri itu.

Akhir bulan lalu, seorang pria Korsel melanggar aturan karantina di rumahnya dan pergi ke Hong Kong lalu China, dan kemudian dinyatakan positif terjangkit MERS.

"Kita benar-benar bisa mengontrol ini karena semua kasus MERS di negeri kita merupakan penularan di fasilitas kesehatan, bukan penyebaran di komunitas," tutur Choi.

Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Uni Eropa (ECDC), Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Korban meninggal pertama kasus MERS tercatat pada Juni 2012 di Arab Saudi. Virus ini berasal dari keluarga koronavirus yang mencakup virus flu dan SARS, dan dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan, pneumonia dan gagal ginjal.

Berdasarkan data ECDC, terdapat 1.167 kasus MERS di seluruh dunia. Sebanyak 479 orang di antara mereka telah meninggal.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads