Kasus MERS pertama kali dilaporkan muncul di Korsel pada 20 Mei lalu. Wabah MERS yang melanda negeri itu merupakan yang terbesar di luar Timur Tengah, hingga menimbulkan kekhawatiran publik.
Korban tewas kelima adalah seorang kakek berumur 75 tahun, yang berada di ruang gawat darurat rumah sakit yang sama di Seoul, tempat 17 orang, termasuk dua staf rumah sakit, tertular MERS. Dari 14 kasus baru tersebut, 10 pasien di antaranya berada di rumah sakit yang sama di Seoul tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Uni Eropa (ECDC), Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Korban meninggal pertama kasus MERS tercatat pada Juni 2012 di Arab Saudi. Virus ini berasal dari keluarga koronavirus yang mencakup virus flu dan SARS, dan dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan, pneumonia dan gagal ginjal.
Berdasarkan data ECDC, terdapat 1.167 kasus MERS di seluruh dunia. Sebanyak 479 orang di antara mereka telah meninggal.
(ita/ita)











































