Penderita MERS di Korsel Meningkat, 5 Pasien Meninggal

Penderita MERS di Korsel Meningkat, 5 Pasien Meninggal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Minggu, 07 Jun 2015 12:15 WIB
Penderita MERS di Korsel Meningkat, 5 Pasien Meninggal
sterilisasi MRT di Seoul (Reuters)
Seoul, - Jumlah penderita virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Korea Selatan (Korsel) terus bertambah. Sebanyak 14 kasus baru dilaporkan di negeri Ginseng itu, sehingga kini tercatat 64 orang mengidap penyakit ini. Korban jiwa pun sejauh ini tercatat lima orang.

Kasus MERS pertama kali dilaporkan muncul di Korsel pada 20 Mei lalu. Wabah MERS yang melanda negeri itu merupakan yang terbesar di luar Timur Tengah, hingga menimbulkan kekhawatiran publik.

Korban tewas kelima adalah seorang kakek berumur 75 tahun, yang berada di ruang gawat darurat rumah sakit yang sama di Seoul, tempat 17 orang, termasuk dua staf rumah sakit, tertular MERS. Dari 14 kasus baru tersebut, 10 pasien di antaranya berada di rumah sakit yang sama di Seoul tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Korsel seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (7/6/2015).

Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Uni Eropa (ECDC), Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Korban meninggal pertama kasus MERS tercatat pada Juni 2012 di Arab Saudi. Virus ini berasal dari keluarga koronavirus yang mencakup virus flu dan SARS, dan dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan, pneumonia dan gagal ginjal.

Berdasarkan data ECDC, terdapat 1.167 kasus MERS di seluruh dunia. Sebanyak 479 orang di antara mereka telah meninggal.

(ita/ita)


Berita Terkait