Hanya 14 orang yang selamat dalam tragedi kapal laut terburuk di China dalam kurun waktu 7 dekade tersebut. Mereka yang selamat termasuk kapten kapal yang mengangkut 456 orang saat insiden maut pada Senin, 1 Juni malam lalu.
Jumlah jasad yang ditemukan meningkat drastis setelah kapal pesiar 'Eastern Star' tersebut dibalikkan dan diangkat mulai Jumat, 5 Juni lalu. Seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (7/6/2015), hari ini genap 7 hari sejak kapal tersebut terbalik dan tenggelam saat badai tornado langka melanda Jianli di provinsi Hubei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 1.400 orang anggota keluarga korban telah datang ke Jianli dan banyak dari mereka yang memprotes pemerintah karena kurangnya informasi atas tragedi ini. Bahkan pada Jumat (5/6) ada seorang anggota keluarga yang menangis dan berteriak-teriak di depan para wartawan dan mengatakan pemerintah China telah memperlakukan rakyatnya seperti musuh.
Pemerintah China telah berjanji tak akan ada yang ditutup-tutupi dalam penyelidikan atas tenggelamnya kapal pesiar tersebut. Polisi telah menahan sang kapten dan kepala teknisi untuk diinterogasi. Hasil penyelidikan awal menunjukkan, kapal tidak kelebihan muatan dan memiliki cukup jaket pelampung untuk seluruh penumpang. (ita/ita)










































