Presiden Rumania Minta PM Mundur Atas Tuduhan Korupsi

Presiden Rumania Minta PM Mundur Atas Tuduhan Korupsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 18:08 WIB
Presiden Rumania Minta PM Mundur Atas Tuduhan Korupsi
Klaus Iohannis (AFP)
Bucharest, - Presiden Rumania Klaus Iohannis meminta Perdana Menteri (PM) Victor Ponta untuk mengundurkan diri. Ini dilakukan setelah kejaksaan resmi menetapkan Ponta sebagai tersangka kasus korupsi.

"Menurut pendapat saya, itu adalah situasi yang tidak mungkin bagi Rumania bahwa PM di bawah penuntutan. Di sisi lain, hal terburuk bagi Rumania saat ini adalah krisis politik," ujar Iohannis usai pertemuan singkat dengan Ponta di istana kepresidenan, Cotroceni Palace.

"Saya meminta PM Victor Ponta untuk mundur," imbuh Iohannis seperti dilansir AFP, Jumat (5/6/2015).

Namun Ponta menolak untuk mundur. "Saya menghormati sikap publik Presiden Iohannis, namun saya ditunjuk oleh Parlemen Rumania dan hanya Parlemen yang bisa memberhentikan saya," respons Ponta dalam postingan di akun Facebook miliknya. Ditambahkannya, badan antikorupsi DNA tidak lebih tinggi dari Parlemen dan pemerintah.

Ponta dinyatakan sebagai tersangka dalam sejumlah kejahatan termasuk pemalsuan, pencucian uang, konflik kepentingan dan penghindaran pajak. Media setempat memberitakan, Ponta diduga menggunakan faktur palsu dari sebuah firma hukum untuk membeli dua apartemen mewah dan sebuah kendaraan Mitsubishi Lancer.

Ponta juga dituduh berkolusi dengan Dan Sova, mantan Menteri Transportasi di kabinet Ponta, yang telah lebih dulu dinyatakan sebagai tersangka korupsi. Ponta yang merupakan mantan jaksa, mulai menjabat sebagai PM pada tahun 2012.

Sebelumnya pada 15 Maret lalu, Menteri Keuangan Rumania Darius Valcov mengundurkan diri di tengah belitan tuduhan korupsi. Dia mundur setelah seruan dari Presiden Klaus Iohannis untuk mengundurkan diri, sebelum dugaan korupsinya menggerogoti kredibilitas pemerintah.

Valcov sedang diperiksa oleh jaksa atas dugaan bahwa dirinya menerima suap senilai dua juta euro antara tahun 2010 dan 2013, saat menjabat sebagai walikota wilayah selatan, Kota Slatina. Dia dituduh menerima suap sebagai imbalan untuk membantu perusahaan swasta memperoleh kontrak pekerjaan publik.

(ita/ita)


Berita Terkait