Dalam beberapa bulan ini, badan antikorupsi Rumania telah melakukan penangkapan sejumlah politikus ternama terkait kasus korupsi. Badan antikorupsi setempat dikenal sebagai DNA.
Media setempat memberitakan, Ponta diduga menggunakan faktur palsu dari sebuah firma hukum untuk membeli dua apartemen mewah dan sebuah kendaraan Mitsubishi Lancer.
Ponta juga dituduh berkolusi dengan Dan Sova, mantan Menteri Transportasi di kabinet Ponta, yang telah lebih dulu dinyatakan sebagai tersangka korupsi. Ponta yang merupakan mantan jaksa, mulai menjabat sebagai PM pada tahun 2012.
"Saya datang ke DNA sebagai orang biasa," ujar Ponta kepada wartawan saat keluar dari kantor DNA di Bucharest usai diperiksa pada Jumat pagi waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (5/6/2015).
Ketika ditanya apakah dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan PM, Ponta berujar: "Di DNA, kita tidak melakukan politik."
Sebelumnya pada 15 Maret lalu, Menteri Keuangan Rumania Darius Valcov mengundurkan diri di tengah belitan tuduhan korupsi. Dia mundur setelah seruan dari Presiden Klaus Iohannis untuk mengundurkan diri, sebelum dugaan korupsinya menggerogoti kredibilitas pemerintah.
Valcov sedang diperiksa oleh jaksa atas dugaan bahwa dirinya menerima suap senilai dua juta euro antara tahun 2010 dan 2013, saat menjabat sebagai walikota wilayah selatan, Kota Slatina. Dia dituduh menerima suap sebagai imbalan untuk membantu perusahaan swasta memperoleh kontrak pekerjaan publik.
(ita/ita)











































