Kejar Perampok, Polisi Malaysia Tahan 29 WNI Termasuk Anak-anak

Kejar Perampok, Polisi Malaysia Tahan 29 WNI Termasuk Anak-anak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 12:54 WIB
Kejar Perampok, Polisi Malaysia Tahan 29 WNI Termasuk Anak-anak
Kuala Lumpur, - Kepolisian Malaysia menahan 29 WNI, termasuk 13 anak-anak dan bayi saat melakukan operasi pengejaran komplotan perampok bersenjata. Nyaris seluruh warga Indonesia yang ditahan tersebut, tidak memiliki surat-surat identitas yang valid.

Pada Rabu, 3 Juni, kepolisian Malaysia melancarkan operasi untuk menangkap enam orang perampok bersenjata, yang diyakini sebagai WNI. Operasi yang diberi nama Op Rantau tersebut dilancarkan bersama-sama para petugas Departemen Imigrasi dan Departemen Pertahanan Sipil. Operasi ini bukan hanya untuk mengejar geng perampok tersebut, namun juga untuk mengecek warga asing secara keseluruhan.

Pejabat kepolisian Brickfields, Muhammad Azlee Abdullah mengatakan, dalam operasi selama tujuh jam tersebut, polisi menemukan pemukiman liar yang dibangun para imigran.

"Lima pria, 11 wanita dan 13 anak, termasuk bayi-bayi, diamankan dalam operasi tersebut. Sebanyak 26 orang dari mereka tidak punya dokumen perjalanan yang sah," ujarnya seraya mengatakan para WNI yang ditangkap itu berumur antara beberapa bulan dan 50 tahun.

Dikatakan Azlee seperti dilansir New Straits Times, Jumat (5/6/2015), para WNI dewasa yang ditahan akan ditanyai untuk memastikan apakah mereka mengenal para pelaku perampokan atau mengetahui keberadaan mereka. Selanjutnya, mereka yang tak punya dokumen perjalanan valid akan diserahkan ke Departemen Imigrasi untuk diambil tindakan selanjutnya.

"Namun kami tidak menemukan para perampok selama operasi tersebut," ujar Azlee.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Kepolisian Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan, kepolisian tengah menggencarkan pengejaran komplotan perampok tersebut setelah meningkatnya insiden pembobolan rumah-rumah di wilayah Puncak Bukit Kiara dan Sungai Penchala.

Tim polisi sempat berhadapan dengan keenam perampok tersebut pada Rabu (3/6) sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

"Pengejaran terjadi dan para perampok mencoba menyerang polisi dengan parang, sehingga polisi pun melepas tembakan. Itu membuat para perampok kabur ke dalam hutan," tutur Abu Bakar.

Meski polisi sempat melepas tembakan namun diyakini tak ada peluru yang mengenai para perampok yang diduga WNI tersebut. Hingga saat ini operasi pengejaran terus dilakukan. Kepolisian pun akan merilis sketsa wajah keenam perampok tersebut untuk memudahkan penyelidikan.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads