Demikian dilaporkan kantor berita Yaman, Saba yang kini dikuasai pemberontak Syiah Houthi, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (4/6/2015).
Menurut sumber-sumber lokal kepada Saba, serangan udara pada 3 Juni menewaskan 13 warga sipil Yaman. Juga disebutkan, enam orang lainnya tewas ketika mobil mereka dihantam tembakan meriam di distrik yang berada di dekat perbatasan dengan Saudi.
Koalisi Saudi terus membombardir Houthi sejak Maret lalu. Kampanye udara ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi. Serangan udara dimulai Saudi dkk tak lama setelah Hadi mengungsi ke Saudi.
Β
Pemberontak Houthi menyatakan kelompok mereka sebagai bagian dari revolusi melawan korupsi. Houthi telah merebut dan menduduki Sanaa, ibukota Yaman sejak September 2014 lalu, dan kini menguasai sebagian besar wilayah negeri itu.
Badan PBB berencana menggelar pembicaraan damai antara pihak-pihak bertikai Yaman di Jenewa, Swiss pada 14 Juni mendatang. Tanggal tersebut telah disetujui pemerintahan Hadi namun belum mendapat dukungan dari pemberontak Houthi. Kelompok pemberontak Syiah itu menginginkan gencatan senjata sebagai prasyarat untuk pembicaraan damai tersebut. (ita/ita)











































