Lebih dari 8 Ribu Tahanan Tewas di Tangan Militer Nigeria

Lebih dari 8 Ribu Tahanan Tewas di Tangan Militer Nigeria

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 04 Jun 2015 14:07 WIB
Lebih dari 8 Ribu Tahanan Tewas di Tangan Militer Nigeria
Bendera Boko Haram (AFP)
Abuja, - Lebih dari 8 ribu orang telah tewas selama ditahan militer Nigeria dalam operasi melawan kelompok Boko Haram. Menurut organisasi HAM, Amnesty International, banyak tahanan tersebut yang dieksekusi mati dan ada pula yang mati kelaparan, juga karena disiksa dan tidak mendapatkan bantuan medis.

Dalam laporannya, Amnesty menyatakan, pasukan Nigeria telah menangkapi ribuan pria dan anak-anak laki, yang termuda berumur 9 tahun, di basis-basis Boko Haram. Banyak dari mereka yang dieksekusi mati atau tewas selama dalam penahanan jika keluarga mereka tak memberikan uang.

Menurut Amnesty, lebih dari 1.200 orang tahanan telah dieksekusi mati dan lebih dari 7 ribu orang mati kelaparan atau karena penyakit di sel-sel yang penuh sesak. Mereka yang dieksekusi mati, menurut Amnesty, ditembak di sel mereka meskipun tidak berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan-tindakan ini, yang dilakukan dalam konteks konflik bersenjata non-internasional, merupakan kejahatan perang," demikian disampaikan Amnesty seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (4/6/2015).

Diimbuhkan Amnesty, para komandan senior militer Nigeria harus diselidiki atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Namun tudingan ini dibantah militer Nigeria. Mayjen Chris Olukolade mengatakan, Amnesty sedang berupaya memeras militer Nigeria.

"Militer Nigeria menolak laporan bias dan rekayasa yang disampaikan Amnesty International," cetusnya. "Militer Nigeria tidak mendorong atau membenarkan pelanggaran HAM, selain itu tak akan ada kasus yang terbukti, dibiarkan tanpa hukuman," tandasnya.

Laporan Amnesty setebal 133 halaman tersebut didasarkan pada sekitar 400 wawancara dengan sumber-sumber, termasuk korban, saksi mata dan personel militer, serta video dan foto-foto.

Atas laporan ini, juru bicara kepresidenan Nigeria, Garba Shehu mengatakan, pemerintah akan mempelajari laporan tersebut dan mengambil tindakan yang semestinya. Sebelumnya, Presiden baru Nigeria Muhammadu Buhari telah bersumpah akan mengalahkan Boko Haram, yang telah menewaskan ribuan orang selama pemberontakan kelompok radikal tersebut. Sekitar 1,5 juta orang juga telah kehilangan tempat tinggal selama konflik yang telah berlangsung enam tahun itu. (ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini