Sudah lebih dari setahun sejak MH370 dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China menghilang dengan membawa 239 penumpang dan awak. Pada April tahun ini, otoritas Malaysia, Australia dan China mengumumkan perluasan zona pencarian menjadi dua kali lipat.
Zona pencarian yang diperluas ada di area terpencil di Samudera Hindia bagian selatan, yakni menjadi 120 ribu kilometer persegi. Pencarian dilakukan oleh tiga kapal khusus dan diperkirakan akan memakan waktu setahun ke depan, karena kondisi yang sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa adanya informasi baru yang kredibel, yang mampu menjadi petunjuk identifikasi lokasi spesifik dari pesawat, pemerintah sepakat bahwa tidak akan ada perluasan area pencarian untuk selanjutnya," demikian pernyataan JACC.
Pencarian MH370 yang menghilang pada 8 Maret 2014 lalu, menjadi proses yang rumit dan memakan banyak biaya. Awalnya, tim pencari yang dipimpin oleh Australia memfokuskan pencarian pada perairan seluas 60 ribu kilometer persegi di dekat pantai barat Australia. Namun karena tidak membuahkan hasil, area pencarian semakin diperluas.
Hingga kini, belum ada satupun puing maupun benda berkaitan MH370 yang ditemukan. Pada Januari lalu, otoritas Malaysia resmi menyatakan bahwa seluruh penumpang dan awak MH370 dipastikan tewas. Namun banyak keluarga korban yang menolak pernyataan tersebut.
"Kami tidak tahu pasti di mana pesawat itu bahkan setelah sekian lama. Oleh karena itu, kami menginginkan mereka memperluas area pencarian hingga pesawat ditemukan. Setiap hari menjadi saat yang sulit bagi saya dan istri saya. Hingga puing ditemukan, kami tidak akan menerima klaim pemerintah bahwa pesawat itu jatuh," ucap warga Malaysia, G Subramaniam (61) yang putranya naik MH370. (nvc/ita)











































