Jenderal Bintang 3 Thailand Bantah Terlibat Penyelundupan Manusia

Jenderal Bintang 3 Thailand Bantah Terlibat Penyelundupan Manusia

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Jun 2015 17:55 WIB
Jenderal Bintang 3 Thailand Bantah Terlibat Penyelundupan Manusia
Manus Kongpan (Reuters)
Bangkok - Jenderal militer bintang tiga di Thailand membantah segala tudingan terkait penyelundupan manusia yang dijeratkan kepadanya. Jenderal ini ditahan kepolisian Thailand pekan ini karena diduga terlibat sindikat penyelundup manusia.

Letnan Jenderal Manus Kongpan merupakan pejabat paling senior yang akan diadili terkait kasus penyelundupan manusia, yang tengah menjadi fokus kepolisian Thailand. Sejauh ini, sedikitnya sudah ada 51 tersangka yang ditangkap terkait serangkaian kasus yang sama.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/6/2015), Manus ditahan polisi sejak hari ini setelah menyerahkan diri. Namun jabatan Manus di militer telah dicopot ketika polisi mengeluarkan surat perintah penangkapannya pada Senin (1/6) lalu.

"Dia (Manus-red) mengatakan dirinya tidak terlibat, yang berarti penyangkalan (atas dakwaan)," ujar Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Somyot Poompanmuang kepada wartawan setempat.

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Thailand, Aek Angsananont, Manus merupakan satu-satunya tentara yang akan diadili atas dakwaan terkait penyelundupan manusia.

Lebih dari 50 personel kepolisian Thailand telah dimutasi dari pos mereka, karena dicurigai terkait dengan sindikat penyelundupan dan perdagangan manusia. Sejauh ini, sudah ada 84 surat perintah penangkapan yang dikeluarkan kepolisian Thailand.

Sindikat penyelundup manusia memicu krisis kemanusiaan di wilayah Asia Tenggara. Terutama semenjak para pelaku nekat meninggalkan kapal penuh imigran gelap di tengah lautan daripada berisiko membawa mereka ke Thailand dan ditangkap.

Sekitar 4 ribu imigran gelap telah mendarat di wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar dan Bangladesh sejak Thailand melancarkan operasi pemberantasan sindikat penyelundup manusia di wilayahnya, bulan lalu. Namun PBB memperkirakan ada sekitar 2 ribu imigran yang masih terombang-ambing di lautan saat ini.

Operasi Thailand diawali oleh temuan sejumlah kamp penyelundup manusia dan kuburan massal, yang berisi jasad imigran gelap, di dekat perbatasan Malaysia.

(nvc/ita)


Berita Terkait