Menurut media pemerintah China seperti dilansir Reuters, Rabu (3/6/2015), ini merupakan musibah kapal terburuk di negeri itu dalam waktu nyaris 7 dekade ini. Sebelumnya pada tahun 1948, kapal Kiangya meledak di Sungao Huangpu dan menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Terakhir kali, kecelakaan maritim besar di Asia Timur terjadi di Korea Selatan (Korsel) tahun lalu. Saat itu, kapal feri yang mengangkut para pelajar tenggelam dan menewaskan 304 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Stasiun televisi China, CCTV, sejauh ini 18 jasad telah ditemukan. Sementara baru 14 orang yang berhasil diselamatkan dalam musibah ini. Sebagian besar penumpang adalah para turis China lanjut usia.
Kapal tersebut bertolak dari Kota Nanjing di bagian timur Cina menuju Kota Chongqing di bagian barat daya Cina yang berjarak 1.500 kilometer. Namun, baru separuh perjalanan, tepatnya di Distrik Jianli, kapal itu karam setelah dihantam badai.
CCTV menyebutkan kapal itu dimiliki Chongqing Eastern Shipping Corporation yang mengoperasikan tur wisata Sungai Yangtze. (Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































