Penyelidikan awal menunjukkan, kapal tersebut tidak kelebihan muatan dan memiliki cukup pelampung bagi para penumpang. Kapal tersebut tenggelam pada Senin, 1 Juni malam saat badai menerjang hingga menimbulkan ombak ganas yang membuat kapal karam.
Kepada polisi seperti dilansir kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir kantor berita Reuters, Rabu (3/6/2015), kapten kapal mengatakan, kapal tersebut terbalik dalam waktu satu atau dua menit. Sang kapten sendiri diselamatkan dari perairan persis sebelum tengah malam pada Senin, 1 Juni.
Kapal pesiar bernama Dongfangzhixing, atau dalam bahasa Indonesia berarti 'Bintang Timur' merupakan kapal pesiar bertingkat empat. Kapal itu mengangkut 405 penumpang asal Cina, lima karyawan biro perjalanan, dan 47 awak. Para penumpang sebagian besar turis berusia 50 tahun hingga 80 tahun.
Menurut media pemerintah CCTV seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/6/2015), sejauh ini 18 jasad telah ditemukan. Sementara baru 14 orang yang berhasil diselamatkan dalam musibah ini.
Kapal tersebut bertolak dari Kota Nanjing di bagian timur Cina menuju Kota Chongqing di bagian barat daya Cina yang berjarak 1.500 kilometer. Namun, baru separuh perjalanan, tepatnya di Distrik Jianli, kapal itu karam.
CCTV menyebutkan kapal itu dimiliki Chongqing Eastern Shipping Corporation yang mengoperasikan tur wisata Sungai Yangtze.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































