Kerry (71) yang gemar bersepeda ini sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Jenewa, Swiss setelah mengalami kecelakaan pada Minggu (31/5) pagi waktu setempat. Seorang pejabat AS menyebut, Kerry jatuh setelah sepedanya menabrak pembatas jalan.
Rencananya, Kerry akan diterbangkan pulang ke AS pada Minggu (31/5) malam, namun kemudian Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penundaan rencana pemulangan itu. Setibanya di AS, Menlu Kerry akan menjalani perawatan medis di rumah sakit di Massachusetts.
"Menlu (Kerry) berencana untuk terbang pulang ke AS pada malam ini, tapi setelah konsultasi lebih lanjut diputuskan perlu baginya untuk tetap berada di rumah sakit untuk pemantauan semalam demi langkah-langkah pencegahan dan baru pulang besok," tutur juru bicara Menlu Kerry, John Kirby seperti dilansir AFP, Senin (1/6/2015).
Kirby menambahkan, Menlu Kerry tetap bersemangat meskipun mengalami cedera. Dia telah berbicara dengan Presiden Barack Obama via telepon, usai insiden terjadi.
Menlu Kerry dilaporkan mengalami keretakan di dekat tulang paha usai jatuh di jalanan dekat Desa Scionzier, Chamonix. Dampak dari insiden ini, Kerry harus membatalkan kunjungannya ke Spanyol dan Paris, Prancis untuk menghadiri pertemuan internasional membahas ISIS.
Meskipun demikian, terang Kirby, cedera Menlu Kerry tidak membahayakan nyawanya dan diperkirakan akan segera pulih.
"Melihat bahwa cedera yang dialaminya ada di dekat bekas operasi pinggul sebelumnya, dia (Kerry-red) akan kembali ke Boston... untuk menjalani perawatan medis di Massachusetts General Hospital oleh dokter yang sama yang mengoperasinya," tandas Kirby.
(Novi Christiastuti/Nograhany Widhi Koesmawardhani)
