"Saya tetap berkomitmen kepada satu-satunya ide yang kita bisa capai untuk mewujudkan perdamaian abadi, yakni lewat konsep dua negara untuk dua rakyat, sebuah negara Palestina yang didemiliterisasi, yang mengakui Israel sebagai negara bangsa Yahudi," kata Netanyahu sebagaimana dilansir AFP, Minggu (31/5/2015).
Netanyahu menyampaikan hal ini setelah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier.
"Saya pikir, satu-satunya jalan untuk maju yakni lewat negosiasi langsung. Sayangnya, otoritas Palestina telah meninggalkan negosiasi ini," ujar Netanyahu.
Netanyahu mengembuskan isu pendirian negara Palestina saat berkampanye pada 17 Maret, dalam rangka pemilihan umum. Namun isu itu mundur pada waktu belakangan.
Pada pertemuan di Ramallah dengan dilpomat kelas atas dari Jerman, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah menegaskan kembali tentang kepemimpinan Palestina yang berkomitmen terhadap solusi dua negara berdasarkan batas 1967 dengan Yerusalem timur sebagai ibu kota.
Menlu Jerman Steinmeier akan berkunjung ke Jalur Gaza pada Senin (1/6) besok. Tempat itu adalah petak terbesar dari wilayah pesisir yang dihancurkan selama perang dengan Israel. Tempat itu belum juga dibangun.
(Danu Damarjati/Prins David Saut)











































