Seperti dilansir AFP, Minggu (31/5/2015), Kerry dirawat di rumah sakit di Swiss gara-gara mengalami kecelakaan di perbatasan Pegunungan Alpen di Prancis.
Juru Bicara John Kirby mengatakan, Kerry harus membatalkan dua lawatan ke Spanyol dan Prancis untuk hadir di pertemua soal konflik Suriah dan Islamic State (ISIS).
"Dia dalam kondisi stabil dan tak kehilangan kesadaran. Cideranya tak mengancam hidupnya, dan dia diharapkan segera pulih," kata Kirby.
Ternyata, cideranya berada di dekat operasi pinggang Kerry sebelumnya. "Dia akan kembali ke Boston (AS) hari ini untuk mendapatkan perawatan di Massachusetts General Hospital dengan dokternya yang menangani operasi sebbelumnya," kata Kirby.
Sumber di kantor pemeritahan daerah Prancis menceritakan, Kerry ingin bersepeda melewati rute Tour de France, menjajal jalan pegunungan Col de la Colombiere. Pejabat departemen negara yang enggan disebutkan namanya mengatakan Kerry jatuh setelah menikung.
Pria 71 tahun itu mengalami patah tulang paha sebelah kanan karena kecelakaan di Scionzier dekat Chamonix itu.
Kerry memang hobi bersepeda, selama jeda momen negosiasi, dia biasa keluar hotel untuk menggowes sepedanya. Seringnya, dia ditemani oleh kawalan garda keamanan.
Semula dijadwalkan, Kerry akan menuju Spanyol pada Minggu siang. Spanyol dan AS akan memformalisasi kesepakatan soal kesediaan Spanyol untuk menerima 2.200 angkatan laut permanen AS untuk ditempatkan menuju Afrika.
"Dia sangat menyesal tak bisa mengunjungi Spanyol bertemu satu di antara sekutu dekat, untuk mendiskusikan isu-isu, sebagaimaimana dia tak bisa mengunjungi koalisi melawan ISIL di Paris pada Selasa," kata Kirby.
Rencananya, Kerry akan berpartisipasi dalam pertemuan koalisi melawan ISIL dari jarak jauh.
(Danu Damarjati/Prins David Saut)











































