Kisah cinta di atas adalah kisah legenda cinta dari Serbia yang dikisahkan pada masa Perang Dunia I. Karena tak ingin seperti Nada yang malang ditinggal kekasih, gadis-gadis Vrnjacka Banja -kota di Serbia- yang ingin melindungi kisah cinta mereka harus menuliskan namanya dan sang kekasih di suatu gembok.
Kemudian, gembok itu dicantolkan dan dikunci ke jembatan Most Ljubavi alias Jembatan Cinta tempat yang disebut-sebut sebagai lokasi Nada dan Relja biasa bertemu. Setelah dicantolkan di jembatan, kuncinya dilemparkan ke sungai, dengan demikian tak bisa ditemukan lagi oleh yang lain.
Tradisi itu menghilang seiring waktu hingga dituliskan kembali dalam puisi "A Prayer for Love" oleh sastrawati Desanka Maksimovic. Tradisi memasang gembok itu lantas mulai mekar kembali pada tahun 2000-an di negara-negara di Eropa hingga ke seluruh dunia.
Kini, gembok-gembok cinta di beberapa kota terkenal di dunia dicopoti. Banyaknya beban simbol cinta itu membuat jembatan kota terancam ambruk seperti di kota-kota ini:
1. Florence
|
(Foto: firencealbergo.it)
|
Namun menurut Pemkot Florence, banyaknya gembok cinta di jembatan itu menggores dan membuat penyok besi hembatan. "Seperti masalah estetika, gembok-gembok ini menggores dan membuat penyok besi jembatan," demikian dikatakan Kepala Dewan Budaya Kota Florence Simone Siliani dilansir Italy Magazine edisi 1 Mei 2006.
Pemkot Florence berhasil 'menggunting' 5.500 gembok di sepanjang pagar jembatan. Sedangkan polisi sibuk memperingatkan para turis agar tak memasang gembok cinta atau didenda 50 Euro (Rp 720 ribu).
2. Venesia
|
(Foto: Getty Image)
|
"Adalah penting untuk membuat orang memahami bahwa ini bukan tindakan yang manis dan mewakili perasaan tertentu, tetapi ini merupakan suatu tindakan yang hambar," kata penulis Alberto Toso Fei kepada Gazzetta del Sud, dilansir BBC edisi 29 Agustus 2014 lalu.
Fei berada di belakang operasi Buka Gembok Cintamu yang membagikan selebaran di daerah terkenal Rialto, San Marco dan Accademia.
"Cinta Anda tidak memerlukan rantai," demikian tulisan di selebaran di bawah gambar gembok berbentuk hati.
Dia juga menegaskan Venesia tidak memerlukan sampah. Ini adalah untuk kedua kalinya Venesia berusaha mengatasi gembok cinta. Di tahun 2011, kota ini memusatkan perhatian kepada orang-orang yang menjual gembok. Saat ini operasi ditujukan kepada pasangan yang menggunakannya.
Sementara itu, para pekerja mencabut sekitar 20.000 gembok dari jembatan kayu Ponte dell'Accademia, Grand Canal.
3. Canberra
|
(Foto: ABC Australia Plus)
|
Pihak NCA mengumumkan rencana pembersihan ratusan gembok cinta milik pasangan kekasih dari jembatan pejalan kaki yang menghubungkan Pulau Aspen, lokasi berdirinya Menara Lonceng Nasional Canberra - dengan pantai utara Danau Burley Griffin, demikian dilansir ABC Australia Plus, Senin, 2 Februari 2015 lalu.
Pihak otoritas NCA mulai menyingkirkan gembok-gembok cinta dan akan melakukan pengawasan untuk memastikan kedepan tidak ada lagi pasangan yang menempatkan gembok cintanya di jembatan itu.
Direktur Eksekutif NCA, Helen Badger mengatakan keberadaan gembok-gembok itu tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi publik, namun otoritas NCA memutuskan untuk menyingkirkannya karena dapat menjadi ancaman bagi keamanan struktur jembatan.
"Masalah lain yang kita miliki, adalah bahwa semua gembok yang dipasangkan disana terbuat dari berbagai jenis logam yang dapat memicu korosi pada pagar dan nantinya dapat mengganggu struktur jembatan," imbuh Badger.
4. Melbourne
|
(Foto: ABC Australia Plus)
|
Sekitar 20.000 gembok dipasang ke pagar di sepanjang jembatan di wilayah Southbank, menyebabkan kabel di sana melorot. Walikota Melbourne, Robert Doyle, mengatakan, pihaknya bermaksud untuk menjaga agar jembatan bebas dari gembok baru di masa depan.
“Ke depannya, kami akan terus menjaga agar jembatan bersih dari gembok - kami akan melakukan penyisiran dari waktu ke waktu. Jika Anda memasang gembok besok pagi, Saya tak akan kembali di sore hari, Anda akan mendapatkan kejutan yang tak menyenangkan," jelasnya.
5. Paris
|
(Foto: AFP)
|
Sebagai gantinya, mereka akan mengganti seluruh pagar jembatan -yang semula terbuat dari besi berlubang- dengan semacam lembaran plastik kaca, sehingga wisatawan tidak dapat menempatkan gembok.
Hal ini dilakukan untuk mencegah jembatan bersejarah itu runtuh karena dibebani ribuan gembok tersebut yang beratnya mencapai lima puluh ton, kata pihak berwenang Paris.
Pont des Arts di sepanjang Sungai Seine di samping museum Louvre, dikenal luas di kalangan turis. Mereka memasang gembok, kunci sepeda atau borgol, yang ditulisi kata-kata cinta di atasnya. Kebiasaan ini telah menjadi bagian dari kelaziman para turis di kota ini, selain memanjat Menara Eiffel, mendatangi museum Louvre atau berjalan-jalan menyusuri Champs lysees.
Selama ini, pasangan yang datang dari berbagai penjuru dunia memasang gembok sebagai simbol cinta di ruas pagar jembatan itu. Lalu, mereka membuang kuncinya ke Sungai Seine yang mengalir di bawahnya. Pada 2014 lalu, salah satu bagian dari pagar jembatan itu rusak karena beban yang terlalu berat dan jatuh ke dasar sungai.
Halaman 2 dari 6











































