"Sedikitnya 45 warga sipil tewas, dan puluhan lainnya luka-luka, ketika helikopter rezim (Suriah) menjatuhkan bom barel di kota Al-Bab dan di wilayah Aleppo bagian timur," terang organisasi pemantau setempat, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir AFP, Sabtu (30/5/2015).
Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman melaporkan, bom barel dari tentara Suriah untuk mengenai kota Aleppo, tepatnya di wilayah Al-Shaar yang memang dikuasai pemberontak. Sedikitnya 12 warga sipil, termasuk 8 orang satu keluarga tewas akibat serangan tersebut.
Koresponden AFP di lokasi melaporkan, jasad korban tewas dibungkus kain dan dibaringkan begitu saja di jalanan Al-Shaar, dengan beberapa bagian tubuh yang berlumuran darah terlihat karena tidak tertutupi kain dengan benar.
Sekitar 33 warga sipil lainnya, yang semuanya laki-laki, tewas akibat serangan bom barel yang mengenai sebuah pasar di wilayah Al-Bab, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Aleppo. Wilayah Al-Bab kini dikuasai oleh militan ISIS.
"Orang-orang sering berkumpul saat Sabtu pagi di pasar Al-Hail di Al-Bab, sehingga korban tewas sangat banyak," tutur Abdel Rahman kepada AFP.
Sebuah korban tewas di Al-Bab merupakan laki-laki, karena warga perempuan tidak bisa bebas keluar rumah dengan adanya militan ISIS di wilayah tersebut.
Jumlah korban tewas di Al-Bab, menurut Abdel Rahman, masih bisa bertambah karena banyak korban luka yang dalam kondisi kritis. Selain itu, sebanyak 18 orang masih belum diketahui keberadaanya setelah serangan ini.
Bom barel merupakan bom yang terbuat dari tong yang diisi dengan bahan peledak dan kemudian dijatuhkan dari helikopter. Senjata ini sering digunakan oleh militer Suriah terhadap markas-markas pemberontak di wilayahnya.
Namun penggunaan bom barel oleh militer Suriah menuai kecaman organisasi HAM, karena bom ini seringkali lebih banyak menewaskan warga sipil dan anak-anak.
(Novi Christiastuti/Gagah Wijoseno)











































