ISIS berhasil merebut kota kuno Palmyra dari tentara pemerintah Suriah pekan lalu, dan menguasai kota pusat Tadmur yang dipenuhi puing-puing peninggalan zaman Romawi kuno. Laporan dari organisasi pemantau Syrian Observatory for Human Rights menyebut, ISIS telah menewaskan sedikitnya 200 orang di wilayah tersebut dan menyandera sekitar 600 orang lainnya.
Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (28/5/2015), Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdulrahman menyebut, ISIS mengumpulkan sekitar 20 pria yang dituding bertempur untuk rezim pemerintah Suriah, ke dalam teater Roma dan menembaknya hingga tewas.
"Mereka (ISIS-red) mengeksekusi mati sekitar 20 pria di dalam amphitheatre Romawi dan memanggil orang-orang untuk datang melihat," tutur Abdulrahman mengutip sumber dari dalam kota Tadmur.
"ISIS mengumpulkan banyak orang di sana secara sengaja, untuk menunjukkan kekuatan mereka di lapangan," imbuhnya.
Para pendukung ISIS melaporkan via Twitter bahwa sejumlah orang tewas dibunuh ISIS di dalam amphitheatre, yang merupakan bagian dari puing-puing berumur 2.000 tahun yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Pengambilalihan wilayah Palmyra menandai kesuksesan ISIS pertama kali dalam merebut sebuah kota di Suriah secara langsung dari pemerintah. Wilayah-wilayah Suriah lainnya yang dikuasai ISIS kebanyakan direbut dari kelompok pemberontak atau oposisi setempat.
Otoritas Suriah yang mengurusi pelestarian barang antik mengkhawatirkan pembunuhan oleh ISIS ini menjadi pertanda bagi perusakan situs-situs bersejarah di kota kuno tersebut.
(Novi Christiastuti/Rita Uli Hutapea)











































