AS Sebut Simpatisan ISIS Dalangi Ancaman Teror terhadap Penerbangan

AS Sebut Simpatisan ISIS Dalangi Ancaman Teror terhadap Penerbangan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Kamis, 28 Mei 2015 12:19 WIB
AS Sebut Simpatisan ISIS Dalangi Ancaman Teror terhadap Penerbangan
Ilustrasi
Washington - Simpatisan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diyakini mendalangi belasan ancaman teror terhadap penerbangan internasional di wilayah Amerika Serikat (AS). Meski tak terbukti kebenarannya, ancaman-ancaman ini mengganggu aktivitas penerbangan di AS.

Dugaan itu disampaikan seorang pejabat keamanan dan penegakan hukum AS, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/5/2015). Namun demikian, Biro Investigasi Federal (FBI) belum berhasil mengidentifikasi pelaku di balik ancaman teror itu dan tidak memiliki bukti yang mengarah secara langsung pada keterlibatan militan.

Pejabat AS ini menuturkan, setalah 11 ancaman teror diterima otoritas penegak hukum AS pada sepanjang Senin (25/5), sedikitnya empat ancaman teror lainnya diterima via laporan telepon hingga Selasa (26/5) malam waktu setempat.

Menurut pejabat AS ini, seluruh ancaman teror itu memiliki kemiripan. Si penelepon yang melaporkan ancaman teror menyebut pesawat yang diancam membawa sejumlah senjata kimia. Beberapa teori penyelidikan mengarah pada keterlibatan simpatisan ISIS dalam insiden ini.

ISIS masih merajalela di Suriah dan Irak, serta mulai menancapkan pengaruh di Libya, Afghanistan dan wilayah lain. Dalam pesannya via Twitter, ISIS mengimbau pendukung dan simpatisannya yang tidak memiliki senjata, untuk melakukan tindakan apapun demi mengganggu negara-negara Barat.

Sedikitnya salah satu dari empat penerbangan yang dilanda ancaman teror pada Selasa (26/5), berasal dari luar Los Angeles. Tidak dijelaskan rute maupun maskapai penerbangan lainnya yang dilanda ancaman pada hari itu.

Otoritas AS sebelumnya menyatakan, sebanyak 11 ancaman teror yang diterima sepanjang Senin (25/5) diyakini berasal dari individu yang sama. Satu penerbangan, yakni pesawat Air France dari Paris harus dikawal dua jet tempur F-15 AS ke bandara John F Kennedy, New York. Pesawat itu mendarat dengan selamat di New York dan dinyatakan aman, setelah tidak ditemukan adanya hal berbahaya di dalamnya.

Ancaman teror lainnya juga melanda beberapa penerbangan dari dan ke bandara-bandara di AS, termasuk Newark di New Jersey dan Atlanta di Georgia pada hari yang sama, Senin (25/5). Terhadap semua laporan ancaman teror itu, otoritas AS tidak menemukan adanya benda berbahaya atau benda mencurigakan lainnya. Namun otoritas AS menyebut ancaman ini sangat mengganggu dan membuang-buang waktu penegak hukum AS.

(Novi Christiastuti Adiputri/Rachmadin Ismail)


Berita Terkait