Seperti dilansir dari BBC, Rabu (27/5/2015), ide tersebut telah menimbulkan kontroversi di beberapa negara Uni Eropa. Seperti Pemerintah Inggris yang mengatakan bahwa tak menyetujui rencana tersebut.
Perancis, Spanyol, Hungaria, Slovakia dan Estonia juga menyuarakan keprihatinan dan keputusan akhir akan diambil oleh Pemerintah Uni Eropa setelah pemungutan suara oleh anggota parlemen. Denmark memiliki hak untuk memilih tak ikut serta dalam rencana ini, sementara Irlandia dan Inggris dapat memutuskan apakah mereka ingin menyetujui rencana ini.
Rencana tersebut juga berlaku untuk warga negara Suriah dan Eritrea yang tiba di Italia atau Yunani setelah 15 April 2015. Komisi Eropa juga mengatakan bahwa Malta juga bisa menghadapi masuknya para migran yang tiba-tiba.
Komisi Eropa telah mengumumkan di awal bulan ini mengenai skema sukarela dalam penyelesaian 20.000 pengungsi yang melarikan diri dari konflik di negaranya. Menurut Komisi Eropa, 40.000 orang pencari suaka membutuhkan perlindungan dari dunia internasional.
Menurut rencana, Jerman akan mengambil 8.763 pencari suaka atau 21,91%nya. Sedangkan Perancis akan mengambil 6.752 pencari suaka atau 16,88%, dan Spanyol akan mengambil 4.288 pencari suaka atau 10,72%nya.
(Ikhwanul Khabibi/Ikhwanul Khabibi)











































