"Ini bukan kekalahan bagi prinsip-prinsip Kristen, ini kekalahan bagi kemanusiaan," ujar Kardinal Pietro Parolin dalam komentar yang dikutip Radio Vatikan dan dilansir Reuters, Rabu (27/5/2015).
"Saya sangat sedih atas hasil ini," imbuh diplomat veteran Vatikan yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Vatikan. Parolin merupakan pejabat Vatikan paling senior di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus.
Menurutnya, hasil referendum Irlandia tersebut menunjukkan bahwa Gereja perlu memperbaiki cara-cara menyampaikan pesan Kristen.
"Gereja harus memperhitungkan kenyataan ini, namun dalam arti memperkuat komitmennya untuk evangelisasi," imbuh kardinal kelahiran Italia itu.
Hasil referendum di Irlandia menunjukkan 62% suara mendukung perubahan konstitusi untuk memungkinkan pasangan gay dan lesbian menikah di negeri itu. Pernikahan sesama jenis yang pertama di Irlandia kemungkinan akan digelar pada awal musim gugur ini.
Irlandia adalah negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis melalui referendum. Referendum ini digelar setelah homoseksual dilegalkan di negara itu sejak 22 tahun silam.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































