Kebakaran Hutan di Kanada Paksa 7 Ribu Orang Mengungsi

Kebakaran Hutan di Kanada Paksa 7 Ribu Orang Mengungsi

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Rabu, 27 Mei 2015 12:55 WIB
Kebakaran Hutan di Kanada Paksa 7 Ribu Orang Mengungsi
Reuters
Ottawa - Kebakaran hutan melanda wilayah Kanada hingga mengancam rumah warga dan pusat bisnis, termasuk kilang minyak setempat. Nyaris sekitar 7 ribu warga di Provinsi Alberta, Kanada terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing.

Lebih dari 1.600 petugas pemadam setempat berjibaku untuk memadamkan 70 titik api. Sekitar 55 titik api di antaranya dipicu oleh petir pada Minggu (24/5) waktu setempat. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (27/5/2015).

Sejak munculnya titik api, otoritas setempat memberlakukan larangan membuat api unggun di lokasi kemah maupun di halaman belakang. Otoritas Kanada tengah mempertimbangkan untuk meminta bantuan dari Amerika Serikat dan Meksiko.

Sekitar 20 titik api terus meluas tanpa bisa dikendalikan. Menteri Kehutanan Alberta, Oneil Carlier menyebut, kebakaran telah mencapai lokasi berjarak 20 kilometer dari rumah warga dan juga kilang minyak setempat.

Sekitar 2 ribu pekerja harus dievakuasi dari fasilitas kilang minyak Cenovus dan Canadian Natural Resources Limited di wilayah Cold Lake. Ini dikarenakan kebakaran seluas 10 ribu hektar mengancam memutuskan satu-satunya akses jalan ke fasilitas itu.

"Dibutuhkan banyak waktu bagi petugas pemadam kebakaran kita untuk mencapai lokasi itu dan mengendalikan api," tutur salah satu pejabat dinas pemadam kebakaran wilayah Alberta.

Sekitar 4.700 warga wilayah Wabasca juga diperintahkan untuk mengungsi. Sebanyak 67 orang lainnya dievakuasi secara paksa dari rumahnya di dekat Slave Lake.

Pejabat setempat menyatakan, pusat pengungsian telah didirikan khusus bagi warga yang dievakuasi. Sebagian besar wilayah Alberta, menurut pejabat ini, yang terancam kebakaran ini cukup besar.

"Cuaca akan terus menghangat dan kering sepanjang minggu ini. Akan terjadi badai, tapi mereka tidak akan cukup untuk memadamkan api," tutur pejabat tersebut.

(Novi Christiastuti Adiputri/Rita Uli Hutapea)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads