Proposal program tersebut akan dibawa ke dalam debat sidang pleno Rabu 27 Mei besok dan akan disusul dengan pemungutan suara, demikian Parlemen Eropa melalui siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (26 Mei 2015) waktu setempat.
Pokok-pokok rencana baru antara lain akan mengkombinasikan dua kebijakan yang sudah ada, yaitu membagi-bagikan kepada siswa susu segar, buah-buahan dan sayuran, mengurangi beban administrasi serta menambah kesempatan untuk mengajar anak-anak mengenai diet seimbang.
"Adalah penting untuk mengajarkan kepada anak-anak mengenai diet sehat dan seimbang sejak usia dini," ujar Marc Tarabella, yang bertanggung jawab sebagai pengarah proposal.
Tarabella juga menunjukkan skema pemberian susu segar dan buah-buahan sebagai contoh tepat dengan melibatkan produk lokal.
"Ini adalah produk yang dapat kita peroleh secara lokal, tanpa harus mengelilingi bumi tiga kali sebelum sampai ke piring kita. Saya senang bahwa Komisi dan Parlemen Eropa mendukung laporan penting ini," imbuh Tarabella.
Diluncurkan pada 1977, Skema Susu Sekolah dinilai telah bermanfaat bagi lebih dari 20 juta anak-anak sekolah antara usia 6 dan 10 tahun di seluruh UE.
Pada saat sama hampir 9 juta anak dari 25 negara anggota UE juga diuntungkan dengan Skema Buah Sekolah sejak 2009.
Menurut skema baru nanti negara anggota UE akan memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk memilih produk yang ingin mereka bagikan dan juga dapat lebih focus pada pengajaran mengenai diet sehat.
"Terserah negara anggota UE untuk memutuskan apakah mereka ingin mengambil bagian dalam program," demikian Tarabella.
(Eddi Santosa/Eddi Santosa)











































