Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2015), pemuda bernama Jed Allen ini ditemukan tewas di kawasan hutan dekat kota universitas ternama Oxford pada Senin (25/5) waktu setempat. Tidak disebut lebih lanjut penyebab kematian Allen.
Adik perempuan Allen, Derrin, kemudian ibunya yang bernama Janet Jordon (48) serta kekasih ibunya Philip Howard (44) ditemukan tewas dengan luka tusukan di kediaman mereka di Oxfordshire, Inggris bagian tenggara, pada Sabtu (23/5) lalu.
Temuan ketiga jasad ini memicu perburuan besar-besaran oleh kepolisian Inggris. Polisi juga meminta bantuan masyarakat untuk melacak keberadaan Allen, yang memiliki ciri-ciri badan tinggi dan kekar serta memiliki tato laba-laba di tangan kirinya.
Inspektur Chris Ward dari kepolisian Thames Valley menuturkan, dua warga setempat menemukan jasad Allen di kawasan hutan setempat. Kepolisian setempat meyakini, Allen merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan brutal tersebut.
"Kami tidak mencari tersangka lain dalam kaitannya dengan kasus pembunuhan," ucap Ward.
Motif pembunuhan dalam kasus ini tidak diketahui secara jelas. Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan secara mendalam.
Karangan bunga dan boneka beruang sengaja ditinggalkan warga di sekolah Derrin, untuk mengenang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut. Keluarga korban juga berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir.
"Duka cita saya untuk keluarga dan kerabat korban," ujar Ward.
Kepala sekolah All Saints tempat Derrin bersekolah, John Myers menyebut Derrin sebagai anak yang cantik, lembut, pendiam, namun penuh senyum, ceria dan menyenangkan.
"Ini benar tragedi yang mengerikan. Nyawa setiap orang sangat berharga dan untuk kehilangan orangtua dan khususnya kehilangan anak kecil dengan cara yang mengerikan semacam ini, tentu sangat buruk," tandas Myers.
(Novi Christiastuti Adiputri/Nograhany Widhi K)











































