Terdakwa yang hanya disebut sebagai Mertkan G tersebut ditangkap pada Oktober 2014 lalu. Dia diduga telah melakukan kontak dengan para pendukung kelompok militan ISIS dan Al-Qaeda. Demikian disampaikan pengadilan di kota asalnya, Sankt-Poelten seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/5/2015).
"Sebagai tambahan, dia diduga mendapatkan instruksi tentang bagaimana membuat alat peledak dari sebuah situs Al-Qaeda... guna melakukan serangan di Wina," demikian pernyataan pengadilan yang berlokasi sekitar 70 kilometer sebelah barat Wina.
Dalam berkas dakwaan disebutkan, remaja yang pindah dari Turki pada tahun 2007 itu, ingin melakukan serangan bom tersebut sebelum ikut jihad ke Suriah. Dia pun berhubungan dengan para perekrut ISIS di Wina.
Menurut kepolisian saat penangkapan, anak laki-laki itu mencari tahu tentang pembelian bahan-bahan untuk bom dan berencana meledakkan bom di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta Vienna Westbahnhof.
Namun pengacaranya, Rudolf Mayer mengatakan pada AFP, kliennya hanya bercanda soal ide membuat bom. Beredar laporan media bahwa kelompok ISIS telah menawarkan untuk membayarnya sebesar 25 ribu euro, jika dia berhasil melakukan serangan bom itu. Namun pemberitaan tersebut tak bisa dikonfirmasi.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































