Korban terbaru adalah seorang pria di Nandigama, Andhra Pradesh yang meninggal setelah pingsan akibat suku udara yang mencapai 47 derajat Celcius. Pria itu sempat dibawa ke rumah sakit namun akhirnya meninggal.
"Mereka memberikan cairan infus namun dia meninggal dalam 15 menit," ujar seorang teman keluarga pria tersebut seperti dilansir media India, NDTV, Selasa (26/5/2015).
Dalam beberapa pekan terakhir, hawa panas terus melanda wilayah Andhra Pradesh dan Telangana tiada henti. Otoritas setempat menyebut, sekitar 750 orang telah meninggal -- 551 orang di Andhra dan sisanya di Telangana.
Bahkan dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di sejumlah bagian Telangana terus meningkat. Bahkan dinyatakan sebagai suhu paling panas dalam puluhan tahun terakhir. Di siang hari, suhu udara bisa mencapai nyaris 50 derajat Celcius.
"Jenis gelombang panas yang kita hadapi sekarang sedikit lebih tinggi dari yang biasanya. Suhu udara di sini hampir menyentuh 48-49 derajat Celcius," kata pejabat urusan pajak untuk Telangana, BR Meena.
Beberapa korban tewas akibat cuaca panas juga dilaporkan di wilayah Rajasthan dalam beberapa hari terakhir. Ini termasuk seorang wanita yang jatuh pingsan dan kemudian tewas di pinggir jalan di kota Bundi. Di wilayah Kalkuta, serikat sopir taksi mengimbau para sopir taksi untuk menjauhi jalanan sekitar pukul 11.00 hingga 16.00 waktu setempat, karena panas yang berlebihan.
Biro Cuaca India memperingatkan, gelombang panas yang sangat parah masih akan melanda wilayah Andhra Pradesh dan Telangana dalam beberapa hari ke depan.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































