Tidak diketahui pasti penyebab atau pemicu aksi penembakan brutal yang terjadi di pangkalan militer Bouchoucha di Tunis ini. Namun insiden ini kembali menggegerkan kota yang masih waspada pascaserangan terhadap museum nasional Bardo oleh militan setempat, pada Maret lalu.
Dua helikopter militer mengudara ketika polisi melakukan pemeriksaan pada sebuah masjid di dekat lokasi penembakan. Beberapa mobil terlihat mondar-mandir di jalanan utama antara Bardo dengan pangkalan militer.
Bahkan sebuah sekolah yang ada di dekat lokasi terpaksa dievakuasi akibat insiden ini. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (25/5/2015).
Mengutip sumber medis setempat, kantor berita Tunisia, TAP melaporkan bahwa tiga tentara tewas dan 15 lainnya luka-luka. Pelaku penembakan akhirnya ditembak mati oleh rekannya sendiri di lokasi kejadian.
Secara terpisah, sumber keamanan menyebut seorang kolonel militer merupakan salah satu korban tewas dalam insiden ini.
Militer Tunisia melakukan operasi terhadap militan setempat sejak Maret lalu, ketika dua pria bersenjata menembaki para turis di musem Bardo. Sedikitnya 21 turis asing tewas dalam serangan yang disebut sebagai serangan terburuk di Tunisia, dalam satu dekade terakhir.
Sejak terjadi unjuk rasa besar-besaran melawan autokrat Zine El-Abidine Ben Ali pada tahun 2011, Tunisia terbebas dari kekacauan dan kerusuhan yang dialami negara-negara tetangganya setelah 'Arab Spring' melanda. Namun ternyata, perlahan kelompok Islam garis keras di Tunisia banyak melakukan kekerasan.
(Novi Christiastuti Adiputri/Rachmadin Ismail)











































