Seperti dilansir Reuters, Senin (25/5/2015), pertempuran terus terjadi di kota Taiz dan Dalea yang ada di wilayah selatan Yaman. Milisi Yaman yang setia pada pemerintah Yaman berhasil merebut sejumlah gedung keamanan dan strategis di Dalea, yang sebelumnya dikuasai Houthi. Sedikitnya 10 anggota Houthi dan tiga milisi loyalis pemerintah Yaman tewas dalam pertempuran itu.
Sedangkan di kota Taiz, anggota Houthi berhasil memukul mundur milisi dan kelompok etnis setempat dalam pertempuran di jalanan yang berlangsung sengit. Serangan udara koalisi Arab Saudi mengenai markas milisi yang mendukung Houthi di ibukota Sanaa pada Senin (25/5).
Koalisi Saudi telah membombardir Houthi di Yaman selama beberapa bulan terakhir dan mendukung tentara serta milisi Yaman yang bertempur melawan Houthi di lapangan. Saudi dan negara-negara Teluk lainnya khawatir jika Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai Yaman, maka ini akan memberikan tempat bagi berkuasanya Iran di Semenanjung Arab.
Pemerintahan Yaman yang dipimpin Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi kini masih mengungsi di Saudi. Mereka menginginkan Houthi untuk mengakui kedaulatan pemerintahan Yaman dan menarik diri dari kota-kota di Yaman yang dikuasainya.
Dua poin itu juga menjadi permintaan Dewan Keamanan PBB dalam resolusinya yang disepakati bulan lalu. Namun tampaknya dua permintaan itu yang menunda perundingan damai yang disponsori PBB di Jenewa, pada 28 Mei mendatang.
"Pertemuan di Jenewa ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan, karena Houthi tidak mengindikasikan komitmen mereka untuk menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB," tutur ajudan Presiden Hadi, Sultan al-Atwani kepada Reuters via telepon dari Riyadh.
"Juga, apa yang terjadi di lapangan -- serangan di Aden, Taiz, Dale dan Shabwa membuat semakin sulit untuk menuju ke Jenewa," imbuhnya.
Secara terpisah, juru bicara PBB di Jenewa, Ahmad Fawzi menyatakan belum bisa mengkonfirmasi soal penundaan perundingan soal Yaman. Menurut Fawzi, rencana masih berjalan seperti sebelumnya agar perundingan dimulai pada Kamis (28/5) besok.
(Novi Christiastuti Adiputri/Rita Uli Hutapea)











































