Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebutkan, dukungan udara akan melindungi pasukan oposisi Suriah yang telah dilatih oleh militer AS di wilayah Turki. Turki tadinya berniat mengirimkan 15 ribu tentaranya ke Suriah untuk melawan langsung ISIS.
Dalam pernyataannya ini, Cavusoglu menyatakan Turki sepakat secara prinsip dengan AS soal dukungan udara. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud secara prinsip itu dan jenis dukungan udara seperti apa yang akan diberikan.
"Mereka (pasukan oposisi Suriah) harus didukung via udara. Jika Anda tidak melindungi mereka atau memberikan dukungan udara, apa gunanya?" tutur Cavusoglu kepada media pro-pemerintah, Daily Sabah di sela-sela kunjungannya di Seoul, Korea Selatan dan dilansir Reuters, Senin (25/5/2015).
"Ada kesepakatan prinsip soal memberikan dukungan udara. Soal bagaimana hal itu akan diberikan dalam tanggung jawab militer," imbuhnya.
Otoritas Turki sebelumnya menyatakan, setiap program dan dukungan bagi oposisi di Suriah harus menjadi bagian dari strategi komprehensif, termasuk melawan tentara loyalis Presiden Bashar al-Assad. Namun AS tetap menyatakan, tujuannya melatih oposisi Suriah hanya untuk mengalahkan ISIS.
Cavosoglu menambahkan, pertempuran melawan ISIS memang menjadi prioritas, namun rezim Assad juga harus dihentikan.
(Novi Christiastuti Adiputri/Rita Uli Hutapea)











































