Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut serangan bom itu sebagai aksi terorisme, yang dilakukan "agen-agen penghasutan yang mencoba menargetkan struktur nasional kerajaan itu.
"Otoritas keamanan akan melakukan segala upaya untuk mengejar mereka semua yang terlibat dalam kejahatan teroris ini," ujar pejabat Kementerian Dalam Negeri Saudi seperti dikutip kantor berita resmi Saudi, SPA dan dilansir Reuters, Sabtu (23/5/2015).
Disebutkan juru bicara tersebut, pelaku bom bunuh diri meledakkan sabuk bom yang disembunyikan dalam pakaiannya saat berada di dalam masjid pada Jumat, 22 Mei siang waktu setempat.
Saat itu, lebih dari 150 orang tengah menunaikan salat Jumat di masjid Imam Ali yang berada di desa of al-Qadeeh, Saudi bagian timur itu. Selain menewaskan 21 orang, lebih dari 50 orang lainnya harus dirawat karena mengalami luka-luka.
Dalam pernyataannya, ISIS menyatakan salah seorang pengebom bunuh dirinya yang bernama Abu 'Ammar al-Najdi, melakukan aksi bom bunuh diri itu. Disebutkan bahwa ISIS tak akan berhenti menyerang sebelum kaum Syiah terusir dari wilayah semenanjung Arab.
Sebelumnya pada November 2014 lalu, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi menyerukan serangan terhadap para penguasa Sunni di Arab Saudi, yang telah menyatakan ISIS sebagai organisasi teroris.
Otoritas Saudi memang telah menyatakan bahwa kelompok ISIS berusaha keras untuk menyerang kerajaan tersebut. Pada April lalu, pemerintah Saudi menyatakan negara tersebut dalam keadaan siaga akan kemungkinan serangan terhadap instalasi minyak atau pusat-pusat perbelanjaan.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































