DK PBB pun menyerukan adanya keamanan bagi warga sipil yang meninggalkan kota yang masuk dalam situs warisan dunia UNESCO tersebut.
Dalam pernyataan bersama seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/5/2015), ke-15 negara anggota DK PBB juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas perlindungan kota kuno yang dipenuhi situs bersejarah itu.
DK PBB secara khusus menyatakan prihatin akan keselamatan kaum wanita dan anak-anak di kota tersebut. Ditekankan DK PBB, para militan ISIS telah melakukan "pola penculikan, eksploitasi dan penganiayaan wanita dan anak-anak, termasuk pemerkosaan, pernikahan paksa dan pemaksaan rekrutmen anak."
Kelompok ISIS telah mengklaim menguasai Palmyra setelah menyerbu kota tersebut beberapa hari lalu. Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, dengan penguasaan kota ini dan kota tetangganya Tadmur, ISIS telah menguasai 50% wilayah Suriah.
Dengan menguasai Palmyra, maka ini adalah pertama kalinya ISIS berhasil secara langsung merebut kota dengan berpenduduk padat, secara langsung dari tangan tentara propemerintah.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)










































