Seperti dilansir CNN, Jumat (22/5/2015), Quinton Wright dijerat empat dakwaan pelanggaran hukum ringan dengan berkontribusi pada kenakalan anak di bawah umur. Wright sempat dijebloskan ke penjara setempat pada Selasa (19/5), namun kemudian bebas setelah membayar jaminan.
Ibu salah satu murid Wright yang menudingnya, mengaku dirinya mendapati pesan singkat yang cukup mengganggu di telepon genggam putranya yang masih berusia 14 tahun.
"Pada dasarnya dia mengizinkan murid-muridnya berhubungan seks di dalam ruang penyimpanan yang ada di ruang kelas," tutur ibunda salah satu murid yang enggan disebut namanya ini kepada media setemapt, WSB afiliasi CNN.
"Dia (Wright-red) memberi tahu anak saya, 'Kamu bisa menggunakannya dari pukul 07.30 waktu setempat hingga pukul 08.30 waktu setempat'," ucap sang ibu membacakan beberapa pesan singkat yang ada di telepon genggam anaknya.
"'Apakah kamu memberi tahu anak perempuan itu soal apa yang terjadi? Bahwa dia tidak bisa memberi tahu siapapun?' -- pada dasarnya jangan beri tahu siapapun bahwa saya mengizinkan kamu untuk menggunakan ruangan saya," imbuhnya.
Wright (25) mengajar matematika dan ilmu pengetahuan di Champion Theme Middle School di Stone Mountain, Georgia. Wright juga melatih basket di sekolah yang sama.
Usai Wright ditangkap polisi, otoritas distrik sekolah menyatakan, Wright telah dipecat dari sekolah tersebut.
Bahkan sebelum menemukan pesan singkat aneh di telepon genggam anaknya, ibu salah satu murid Wright sudah mencurigai gerak-gerik Wright.
"Dia pernah menelepon saya ketika anak-anak hendak datang ke prom kelas 8 dan menanyakan apakah dia bisa datang dan berfoto dengan anak-anak sebelum prom," terangnya.
"Saya bilang tidak," tandasnya.
(Novi Christiastuti Adiputri/Rita Uli Hutapea)











































