ISIS Eksekusi Mati 17 Orang di Palmyra Suriah

ISIS Eksekusi Mati 17 Orang di Palmyra Suriah

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jumat, 22 Mei 2015 09:36 WIB
ISIS Eksekusi Mati 17 Orang di Palmyra Suriah
Ilustrasi (AFP)
Damaskus - Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengeksekusi mati 17 orang termasuk beberapa warga sipil di Palmyra, Suriah. Eksekusi mati ini dilakukan setelah ISIS berhasil menguasai kota Palmyra yang dipenuhi situs bersejarah.

"ISIS mengeksekusi mati 17 orang termasuk warga sipil dan pejuang loyalis (rezim Suriah). Sedikitnya empat orang di antaranya dipenggal," tutur Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman kepada AFP, Jumat (22/5/2015).

Warga sipil yang tewas, menurut Abdel Rahman, banyak yang bekerja untuk dewan administrasi lokal. Sedangkan pejuang loyalis yang tewas, termasuk sedikitnya satu tentara rezim dan anggota Pasukan Pertahanan Nasional, juga milisi pro-pemerintah Suriah.

"Mereka dituding bekerja sama dengan rezim (pemerintah Suriah)," sebut Abdel Rahman.

Secara terpisah, seorang aktivis Suriah menuturkan kepada AFP, ISIS memerintahkan warga Palmyra untuk tetap tinggal di dalam rumah. ISIS juga memeriksa rumah-rumah warga untuk mencari loyalis rezim Suriah.

"ISIS mencegah warga setempat untuk pergi ke luar rumah dan memeriksa rumah-rumah warga," ucap aktivis yang menyebut dirinya sendiri sebagai Mohammad Hassan al-Homsi.

Homsi menuturkan, warga di Palmyra sebenarnya ingin melarikan diri, namun ketakutan setelah mendengar adanya eksekusi mati dan pemenggalan.

Menurut Syrian Observatory, sedikitnya 460 orang tewas dalam pertempuran di Palmyra yang dimulai pada 13 Mei lalu. Sebanyak 49 orang di antaranya dieksekusi mati ISIS, termasuk 9 anak-anak.

Terhitung sejak Rabu (20/5), ISIS dilaporkan berhasil menguasai lebih dari separuh wilayah Suriah. Hal ini terjadi setelah ISIS menguasai kota kuno Palmyra. Ini juga merupakan pertama kalinya ISIS berhasil merebut pusat populasi besar langsung dari pasukan pro-pemerintah Suriah. Wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah sebagian besar adalah yang jarang penduduknya.

(Novi Christiastuti Adiputri/Rita Uli Hutapea)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads