Zend yang menjabat ketua asosiasi hakim di Mesir ini telah sejak lama mengecam Ikhwanul Muslimin yang menaungi Morsi. Kini, Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi yang dilarang oleh otoritas Mesir. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (20/5/2015).
Dalam pidatonya yang disampaikan tahun lalu dan diunggah ke YouTube, Zend mengecam keras kerusuhan tahun 2011 yang berujung pada lengsernya Hosni Mubarak dari kursi presiden Mesir saat itu. Zend juga mengungkapkan ketidaksenangannya atas kemenangan Ikhwanul Muslim dalam pemilu hingga terpilihnya Morsi sebagai Presiden Mesir pada tahun 2012.
Sementara pengadilan di Mesir perlahan mulai mengampuni para pejabat era-Mubarak, pengadilan Mesir justru menjatuhkan vonis berat bagi setiap aktivitas liberal dan Islamis atas berbagai dakwaan, mulai dari menggelar unjuk rasa tanpa izin hingga melakukan tindak kekerasan.
Bahkan baru-baru ini, pengadilan Mesir menuai kecaman banyak pihak termasuk PBB karena menjatuhkan vonis mati terhadap Morsi atas kasus penjebolan penjara secara massal pada tahun 2011 lalu. Morsi diadili secara massal bersama dengan 100 terdakwa lainnya, termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin.
Kembali ke penunjukan Zend sebagai Menteri Kehakiman, tidak sedikit warga Mesir yang menumpahkan kekecewaanya via media sosial. Beberapa pengguna Twitetr menulis 'No to Zend as justice minister' dan menyertakan video pernyataan Zend yang mengecam pelengseran Mubarak.
Zend ditunjuk sebagai Menteri Kehakiman Mesir yang baru, setelah Mahfouz Saber yang menjabat posisi tersebut sebelumnya, mengundurkan diri pada Senin (18/5). Saber mundur dari jabatannya setelah disebut sombong karena menyebut anak tukang sampah tidak layak menjadi hakim.
(Novi Christiastuti Adiputri/Nograhany Widhi K)











































