Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (20/5/2015), dua mortir menghantam sekolah tersebut dan sebagian besar mereka yang terluka, saat ini dalam kondisi kritis.
Belum ada kelompok yang mengklaim serangan mortir tersebut. Namun media pemerintah Suriah menyatakan, para teroris telah melakukan serangan mortir tersebut.
Pemerintah Suriah kerap menggunakan istilah 'teroris' untuk menyebut para pemberontak anti-rezim Suriah.
Belum lama ini, Damaskus, ibukota Suriah tersebut dibombardir hebat oleh para pemberontak yang berbasis di pinggiran Damaskus. Setidaknya 17 orang tewas dalam serangan tersebut.
Konflik Suriah telah terjadi sejak Maret 2011 lalu. Menurut PBB, sejauh ini lebih dari 220 ribu orang telah tewas selama konflik berlangsung.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)











































