Kepolisian Kanada menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/5/2015), mereka ditangkap akhir pekan lalu di bandara internasional di kota Montreal dan paspor mereka telah disita. Mereka semua merupakan warga Montreal. Tidak disebutkan identitas kesepuluh pemuda tersebut.
Menurut kepolisian setempat, belum ada dakwaan yang dijeratkan pada mereka. Saat ini kepolisian tengah mewawancarai keluarga mereka.
Menurut media lokal, ke-10 orang itu ditangkap setelah orangtua salah seorang dari mereka melapor ke polisi mengenai rencana keberangkatan mereka ke luar negeri.
Kelompok radikal ISIS yang menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah, dikenal akan kebrutalannya. Ideologi radikal kelompok ini telah menginspirasi ribuan orang untuk bergabung atau mencoba memberikan dukungan pada ISIS.
Belakangan ini, otoritas Kanada kian prihatin akan meningkatnya jumlah pemuda dari negeri itu yang telah mencoba bergabung dengan ISIS.
Beberapa bulan lalu, enam remaja dari wilayah Montreal telah meninggalkan Kanada dan diyakini bergabung dengan ISIS. Seorang remaja Kanada lainnya ditangkap pada Maret lalu karena mencoba bergabung dengan jihadis ISIS.
(Rita Uli Hutapea/Rita Uli Hutapea)










































