Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/5/2015), upaya pencarian korban dengan menggunakan anjing-anjing pelacak kembali dilanjutkan pada Selasa (19/5) subuh waktu setempat, setelah dihentikan sementara pada malam hari.
Sejumlah orang hingga kini masih belum ditemukan sejak tanah longsor terjadi pada Senin, 18 Mei dini hari waktu setempat. Namun tidak diketahui pasti jumlah mereka yang hilang.
Unit bencana nasional menyatakan, 78 orang tewas dan setidaknya 40 orang dirawat karena terluka. Disebutkan bahwa rumah-rumah dari lebih 500 orang telah hancur atau rusak dalam peristiwa ini.
Tanah longsor yang dipicu akibat hujan lebat ini, disebut-sebut sebagai yang terparah di negeri itu sejak tahun 2005. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos telah mengunjungi lokasi bencana dan menyatakan keadaan darurat publik.
(ita/ita)











































