Korut Mendadak Batal Terima Kunjungan Sekjen PBB ke Kawasan Industri

Korut Mendadak Batal Terima Kunjungan Sekjen PBB ke Kawasan Industri

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Rabu, 20 Mei 2015 08:33 WIB
Korut Mendadak Batal Terima Kunjungan Sekjen PBB ke Kawasan Industri
Ban Ki Moon (AFP)
Seoul - Sekjen PBB Ban Ki-moon hari ini rencananya akan mengunjungi kompleks industri Kaesong di Korea Utara (Korut). Namun kunjungan tersebut akhirnya batal setelah Korut menarik kembali persetujuan sebelumnya.

Ban Ki-moon sangat menyesalkan gagalnya kunjungannya tersebut. Apabila kunjungan tersebut jadi dilakukan, maka Ban akan menjadi Sekjen PBB pertama yang masuk ke wilayah Korut dalam dua dekade terakhir.

"Dini hari tadi, pihak berwenang dari Republik Demokratik Rakyat Korea memberitahu kami melalui saluran diplomatik mereka. Bahwa mereka membalikkan keputusan mereka bagi saya untuk mengunjungi kompleks industri Kaesong," kata Ban dalam pidatonya di forum di Seoul seperti dikutip Reuters.

"Tidak ada penjelasan yang diberikan untuk pembatalan di menit terakhir ini," katanya.

Korut saat ini masih berada di bawah sanksi PBB atas program nuklir dan rudal yang dikembangkannya.

Pada Desember 2014 lalu, Majelis Umum PBB mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan membawa Korut ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), setelah hasil penyelidikan PBB menunjukkan adanya pelanggaran HAM di wilayah Korut, yang bisa disamakan dengan era-Nazi.

Ban masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korsel ketika perundingan 6 negara (six-party talks) berujung pada penandatanganan kesepakatan denuklirisasi dengan Korut, namun belakangan dibatalkan.

Ban akan menjadi Sekjen PBB ketiga yang mengunjungi Korut saat masih aktif menjabat. Sebelumnya, Kurt Waldheim mengunjungi Pyongyang, Korut pada tahun 1979 dan 1981. Sedangkan Boutros Boutros-Ghali mengunjungi Korut melalui zona demiliterisasi (DMZ) di Panmujom pada Desember 1993 lalu.

Ban yang kini berusia 70 tahun, dilahirkan di Korsel sebelum Semenanjung Korea terbagi dua akibat Perang Korea tahun 1950-1953, yang diakhiri dengan gencatan senjata. Sebelumnya, Ban sudah mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Korut selagi masih menjabat.

(Taufan Noor Ismailian/Ferdinan)


Berita Terkait