Warga Palestina bernama Ibrahim Siam ini ditahan pada 5 Mei lalu di Allenby Bridge, ketika dia berusaha untuk menyeberang ke wilayah Yordania dari wilayah Tepi Barat. Demikian seperti disampaikan pejabat keamanan Israel yang enggan disebut namanya dan dilansir Reuters, Selasa (19/5/2015).
Menanggapi penahanan ini, ketua Ramallah Chamber of Commerce Khalil Rezq menuturkan kepada Reuters, bahwa Siam tengah menghadiri konferensi bisnis di Ramallah. Menurut Rezq, Siam berprofesi sebagai agen suku cadang kendaraan.
Rezq menuding Israel sengaja menghalang-halangi Siam yang ingin melakukan kunjungan bisnis ke wilayah Palestina. "Menghalangi pengusaha yang ingin mengunjungi Palestina," sebut Rezq.
Secara terpisah, diplomat Yordania dan Kanada yang berbasis di Israel membenarkan bahwa Siam memiliki kewarganegaraan ganda dan telah ditahan Israel. Diplomat Kanada menuturkan, Siam tengah menerima bantuan konsuler dari pihaknya.
"Siam diselidiki oleh Shin Bet (dinas intelijen Israel) dan penahanannya diinstruksikan oleh pengadilan militer. Petisi untuk Mahkamah Agung agar dia diizinkan menemui pengacaranya, telah ditolak," terang salah satu pejabat keamanan Israel kepada Reuters.
Israel dan sebagian besar negara-negara Barat menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.
(Novi Christiastuti Adiputri/Nograhany Widhi K)











































