"Operasi AS menewaskan 32 anggota IS (nama lain ISIS), empat di antaranya merupakan pejabat senior, termasuk pemimpin urusan perminyakan IS Abu Sayyaf, seorang wakil menteri pertahanan ISIS dan seorang pejabat komunikasi ISIS," tutur Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman seperti dilansir AFP, Senin (18/5/2015).
Pejabat AS telah menyebutkan bahwa puluhan orang tewas dalam operasi darat militer AS yang digelar pada Jumat (15/5) malam waktu setempat. Disebutkan pejabat AS, bahwa operasi yang dipimpin oleh Komando AS yang berbasis di Irak itu memang bertujuan untuk menangkap Abu Sayyaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Barack Obama dilaporkan telah memberikan persetujuannya untuk operasi pasukan khusus, yang sebenarnya tergolong jarang karena selama ini AS hanya melakukan serangan udara dan bukan menerjunkan langsung militernya ke medan perang seperti yang terjadi dalam operasi ini.
Operasi AS ini menargetkan markas ISIS yang ada di wilayah al-Omar, salah satu kilang minyak terbesar Suriah yang dikuasai ISIS.
Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menyebutkan, komando AS berhadapan langsung dengan para jihadis di Suriah. "Dalam jarak sangat dekat... bahkan ada pertempuran hand-to-hand (konfrontasi fisik)," sebut pejabat itu.
Secara terpisah, Menteri Pertahanan AS Ash Carter menyebut operasi ini sebagai pukulan telak bagi ISIS. Sedangkan politikus Demokrat, Adam Schiff yang juga anggota komisi intelijen pada parlemen AS menyatakan, serangan AS ini telah meningkatkan tekanan bagi penyokong perekonomian organisasi teroris, dalam hal ini ISIS.
(nvc/try)











































