Ayelet Shaked, Wanita Dingin Menteri Kehakiman Baru Israel yang Dikecam

Ayelet Shaked, Wanita Dingin Menteri Kehakiman Baru Israel yang Dikecam

- detikNews
Minggu, 17 Mei 2015 19:11 WIB
Ayelet Shaked, Wanita Dingin Menteri Kehakiman Baru Israel yang Dikecam
Gally Tibon/AFP/Getty Images
Tel Aviv - Pemerintah Israel baru saja melantik Ayelet Shaked sebagai menteri kehakiman baru. Sosoknya yang 'keras' terhadap kebijakan di Palestina menjadi sorotan. Bahkan dia sempat jadi perhatian di media sosial.

Shaked dilantik akhir pekan lalu, tepatnya Kamis (15/5). Hari ini, dia langsung memberikan pernyataan di kantor baru.

"Mereka bilang saya orang yang penuh perhitungan dan tidak begitu sensitif dibandingkan dengan rata-rata orang lainnya. Banyak hal yang mengganggu mereka, tapi saya tidak melihatnya atau merasakannya," kata wanita berusia 39 tahun itu dalam sebuah wawacara seperti dikutip oleh NY Times, Minggu (17/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shaked disebut-sebut sebagai Michele Bachmann--tokoh konservatif AS-- dalam politik Israel. Beberapa waktu lalu, di media sosial beredar foto Shaked yang diedit berseragam Nazi lalu dituding berperan dalam pembunuhan terhadap warga Palestina. Sikapnya yang 'dingin' dan tak berperasaan digambarkan lewat postingan tersebut. Belakangan, gara-gara gambar itu dia harus mendapat pengawalan khusus.

Shaked memang mengakui sifatnya tersebut. Dia mengatakan, sahabatnya kadang menyebut dirinya 'robot' dan suaminya memanggil 'si komputer'.

Hanan Ashrawi adalah salah satu pemimpin Palestina yang mengkritisi Shaked. Dia menyebut keberadaan Shaked akan 'mengancam perdamaian dan keamanan, dan semakin memunculkan kebencian serta ketidakpastian hukum'.

Shaked tinggal di Bavli, Tel Aviv. Ibunya adalah seorang pengajar injil, dan ayahnya adalah seorang akuntan asal Irak yang lahir di Iran. Shaked aktif menari balet dan disebut sangat pintar dalam matematika.

Mantan anggota parlemen ini menikah dengan seorang pilot tempur namun meminta namanya tidak disebutkan karena masih aktif di militer.



(mad/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads