Seperti dilansir AFP, Minggu (17/5/2015), peristiwa itu terjadi Sabtu (16/5/). Bom bunuh diri gadis itu terjadi tak lama setelah para pejabat mengungkap bahwa kelompok Boko Haram telah merebut kembali sebuah kota strategis di wilayah tersebut.
"Seorang gadis berusia sekitar 12 meledakkan bahan peledak di bawah pakaian saat dia mendekati pagar perimeter stasiun," kata Danbaba Nguru, seorang penjaga toko yang menyaksikan serangan. Ia mengaku sangat beruntung tidak terkena bom tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi mata lainnya, sopir bus Musbahu Lawan mengatakan, dirinya tengah berada di stasiun bus tersebut ketika gadis itu tiba. Stasiun Bus Damaturu telah berulang kali ditargetkan dalam serangkaian serangan bunuh diri sebelumnya.
"Saya pikir dia melihat penjaga memeriksa orang-orang di gerbang dan dia memutuskan untuk meledakkan bahan peledak di tengah-tengah kerumunan di luar gerbang," ucap Musbahu.
Belum ada pihak yang bertanggungjawab atas serangan tersebut. Namun diketahui kelompok Boko Haram telah sering menggunakan gadis-gadis muda untuk melakukan serangan bunuh diri.
Februari lalu, seorang gadis juga melakukan aksi bom bunuh diri di stasiun bus yang sama. Dalam peristiwa itu diketahui tujuh orang tewas dan 32 mengalami luka-luka.
(dnu/bar)











































