Menteri Pertahanan Nepal Ishwori Prasad Paudyal menuturkan kepada Reuters, Jumat (15/5/2015), ada tiga jasad manusia yang ditemukan di dalam bangkai helikopter militer jenis UH-1Y Huey yang ditemukan di dekat desa Ghorthali. Ketiganya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.
"Pencarian korban lainnya masih berlanjut. Melihat bahwa helikopter benar-benar hancur dan patah menjadi beberapa bagian, maka tidak ada kemungkinan korban selamat," tutur Paudyal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim militer AS menyatakan telah mengidentifikasi puing helikopter itu sebagai helikopter miliknya yang hilang. Juru bicara Komando Pasifik AS, Mayor Militer Dave Eastburn menyatakan, puing helikopter ditemukan di lokasi berjarak 12 kilometer sebelah utara Kota Charikot.
"Pemeriksaan terhadap lokasi ini masih terus berlangsung dan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan," terang Eastburn.
Namun dalam pernyataannya, Eastburn tidak menyebut bagaimana kondisi enam personel Marinir AS dan dua tentara Nepal yang ada di dalam helikopter itu, saat hilang kontak pada Selasa (12/5) lalu.
Sementara itu, militer Nepal juga mengerahkan tim khusus untuk menjangkau lokasi temuan yang cukup terpencil via jalur darat. Upaya menjangkau lokasi temuan juga dilakukan via udara, namun karena cuaca yang berangin maka dibutuhkan kehati-hatian.
"Ditemukan di sebuah lereng yang curam," tutur Mayor Jenderal Binoj Basnet dari militer Nepal.
Helikopter militer ini menghilang saat sedang menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nepal. Sebelum hilang kontak, sempat terdengar percakapan dari kokpit yang menyinggung soal masalah bahan bakar.
Pencarian besar-besaran dilakukan terhadap helikopter ini. Tentara Nepal bahkan mengerahkan 600 personelnya untuk mencari helikopter tersebut, bersama dengan dua helikopter Huey dan dua pesawat Osprey MV-22B milik AS lainnya. Helikopter militer Nepal dan India juga membantu pencarian.
(nvc/nwk)











































