Mayor Jenderal Binoj Basnet dari militer Nepal menuturkan, helikopter militer yang menghilang sejak Selasa (12/5) lalu ini, terlihat dari udara ada di wilayah hutan terpencil yang bejarak sekitar 70 kilometer dari ibukota Kathmandu. Demikian seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (15/5/2015).
Helikopter ini membawa 8 orang, yang terdiri atas 6 tentara AS dan 2 tentara Nepal. Belum diketahui pasti kondisi orang-orang tersebut. Penyebab jatuhnya helikopter ini juga belum diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat puing-puingnya dari udara, kami sekarang berusaha untuk mendarat di area tersebut untuk mendapat lebih banyak informasi," imbuhnya.
Kepada Reuters, Basnet menuturkan, bahwa puing helikopter militer jenis UH-1Y terlihat ada di lokasi dekat desa Ghorthali, pada ketinggian 3.400 meter. Basnet menambahkan, satu tim tentara Nepal yang terdiri atas sekitar 40 personel sedang berusaha menjangkau area tersebut via darat.
"Ditemukan di sebuah lereng yang curam," terang Basnet.
"Tentara kami di lapangan juga berusaha menuju ke lokasi tersebut. Saya pikir mungkin tidak ada korban selamat. Tapi begitu kami menerima informasi dari pasukan di lapangan, kami akan memberitahu Anda," imbuhnya kepada Reuters.
Secara terpisah, juru bicara militer AS di Kathmandu mengaku belum bisa memastikan temuan helikopter yang hilang.
Helikopter militer ini menghilang saat mengudara di wilayah Dolakha, ketika sedang menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nepal. Sebelum hilang kontak, sempat terdengar percakapan dari kokpit yang menyinggung soal masalah bahan bakar.
Pencarian besar-besaran dilakukan terhadap helikopter ini. Tentara Nepal bahkan mengerahkan 600 personelnya untuk mencari helikopter tersebut, bersama dengan dua helikopter Huey dan dua pesawat Osprey MV-22B milik AS lainnya. Helikopter militer Nepal dan India juga membantu pencarian.
(nvc/nwk)











































