Secret Service Amerika Serikat kembali menahan seorang pria di dekat kompleks Gedung Putih. Pria ini ditangkap karena berusaha menerbangkan sebuah drone dengan pengendali jarak jauh hingga melintasi pagar Gedung Putih.
Seperti dilansir CNN, Jumat (15/5/2015), insiden ini terjadi pada Kamis (14/5) sore waktu setempat. Insiden ini berdampak pada penutupan sementara area taman di bagian utara Gedung Putih, namun tidak lama kemudian aksi kembali dibuka.
Tidak disebut lebih lanjut identitas pria yang ditahan. Motif aksi pria ini juga belum diketahui pasti. Otoritas setempat masih menyelidiki lebih lanjut insiden ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun diketahui bahwa insiden semacam ini merupakan insiden drone yang kedua kali terjadi di kompleks Gedung Putih. Empat bulan lalu, seorang pria lainnya, yang disebut sebagai salah satu pegawai badan intelijen AS menerbangkan drone berbentuk quadcopter hingga jatuh ke halaman Gedung Putih.
Dalam pemeriksaan, pria ini mengaku dirinya dalam pengaruh alkohol saat menerbangkan drone pinjaman dari rekannya di sekitar apartemennya. Pria ini mengaku hanya bermaksud menerbangkan drone ke luar jendela dan membawanya masuk kembali.
Namun tak diduga, drone itu terus terbang hingga jatuh di halaman Gedung Putih pada pukul 03.00 dini hari. Pria ini baru menyadarinya drone yang diterbangkannya jatuh ke Gedung Putih setelah membaca berita setempat. Meski sempat ditangkap, pria ini tidak dijerat dakwaan pidana atas aksinya.
(nvc/nwk)











































