Menurut dokumen pengadilan federal di Dallas, seperti dilansir Reuters, Jumat (15/5/2015), FBI menyebut Bilal Abood (37) telah berpergian ke banyak negara, termasuk Meksiko dan Turki hingga Suriah pada April 2013. Abood baru pulang ke AS pada September 2013.
Ketika diinterogasi agen FBI, Abood mengaku dirinya memang sempat pergi ke Suriah untuk bertempur bersama kelompok oposisi Free Syrian Army yang bertujuan melengserkan Presiden Bashar al-Assad. Saat ditanya mengenai ISIS, Abood menyangkal dirinya terlibat dan pernah menyatakan sumpah setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyatakan sumpah setia kepada Khalifah Abu Bakr al-Baghdadi," demikian tulis Abood via Twitter.
Abood mengaku tahu bahwa berbohong kepada FBI merupakan tindak pidana. Dia lantas ditangkap dan disidangkan di pengadilan federal di Dallas, Texas pada Kamis (14/5) waktu setempat. Abood tetap dalam penahanan selama persidangannya berlangsung.
Departemen Kehakiman AS dalam penyataannya, menyebut Abood dijerat dakwaan memberi keterangan palsu kepada FBI. Dia terancam hukuman maksimal 8 tahun penjara dan denda sebesar US$ 250 ribu atau setara Rp 3,2 miliar.
Abood merupakan warga naturalisasi AS yang pindah ke negara ini pada tahun 2009 lalu. Seorang pejabat pertahanan AS menyebut Abood pernah menjadi penerjemah bagi militer AS saat menjalankan misi di Irak beberapa tahun lalu.
(nvc/nwk)











































