Seymour Hersh: Benarkah Jasad Osama bin Laden Dikubur di Laut?

Seymour Hersh: Benarkah Jasad Osama bin Laden Dikubur di Laut?

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Rabu, 13 Mei 2015 12:45 WIB
Seymour Hersh: Benarkah Jasad Osama bin Laden Dikubur di Laut?
Di atas kapal USS Carl Vinson, Pemerintah AS menyatakan jasad Osama dikubur di laut (Foto: AFP)
Jakarta - Jurnalis investigasi Seymour M Hersh selain menuding AS berbohong soal penyergapan Osama bin Laden, juga mempertanyakan tentang jasad Osama. Hersh sangat skeptis tentang keterangan Gedung Putih bahwa jasad Osama dikuburkan di Laut Arab. Benarkah?

Penelusuran Hersh itu dimuat dalam artikelnya "The Killing of Osama bin Laden" di situs London Review of Books (www.lrb.co.uk) edisi 10-21 Mei 2015.

Dalam penelusurannya, Hersh mencatat pidato Obama setelah merilis pengumuman bahwa Osama berhasil ditembak mati oleh pasukan elite Navy SEAL bahwa "SEAL mengambil hak asuh atas tubuhnya (Osama)". Pernyataan itu membuat sejumlah pertanyaan bermunculan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hersh mencatat sekitar sepekan sebelum Presiden Obama resmi menyatakan Osama ditembak Navy SEAL, ada berita beredar bahwa Osama terbunuh dalam serangan drone di suatu tempat di pegunungan perbatasan Pakistan-Afghanistan dan jasadnya sedang diidentifikasi oleh DNA.

Namun, saat rilis resmi, para jurnalis diberi keterangan bahwa jasad Osama diterbangkan SEAL ke pangkalan udara militer AS di Jalalabad, Afghanistan dan kemudian dikirim ke Kapal Induk USS Carl Vinson, yang rutin berpatroli di wilayah Laut Arab Utara. Jasad Osama kemudian dikubur di laut setelah beberapa jam kematiannya.

Pejabat Gedung Putih yang tampil dalam jumpa pers 2 Mei 2011 itu adalah juru bicara Gedung Putih, Jay Carney dan Asisten Presiden untuk Keamanan Dalam Negeri dan Kontrarerorisme, John Brennan. Hersh mencatat bahwa para jurnalis bertubi-tubi mencecar 2 pejabat itu tentang pemakaman Osama. Hersh menuliskan pertanyaan para jurnalis itu 'pendek, to the point dan jarang dijawab'.

"Kapan keputusan bahwa Osama dikuburkan di laut dibuat? Apakah ini adalah bagian yang sudah direncanakan sejak lama?", "Bisakah Anda menjelaskan pada kami bahwa itu (pemakaman di laut) adalah ide yang bagus?", "John apakah Anda berkonsultasi dengan ahli Islam dalam hal ini?", "Adakah rekaman visual dari pemakaman ini?".

"Saat pertanyaan terakhir dilontarkan, Jay Carney, juru bicara Obama datang untuk menyelamatkan Brennan, "Kita harus memberikan orang lain kesempatan di sini"," tulis Hersh.

"Kami berpikir cara terbaik untuk memastikan bahwa jasadnya diperlakukan sesuai dengan cara pemakaman Islam adalah untuk mengambil aksi yang akan mengizinkan kami untuk melakukan pemakaman di laut," jawab Brennan dalam laporan Hersh.

Brennan juga menjelaskan bahwa perihal pemakaman itu sudah dikonsultasikan dengan pakar dan spesialis yang sesuai dan mengatakan bahwa militer AS sangat kapabel untuk melakukan pemakaman itu 'sesuai dengan hukum Islam'. Brennan tidak menyebutkan bahwa hukum Islam mengharuskan pemakaman harus dipandu oleh seorang imam, dan tak ada saran bahwa ada 'imam' itu di atas kapal Carl Vinson.

Dari jurnalis lain, Mark Bowden, yang menulis untuk Vanity Fair, Hersh mendapati Bowden berbicara dengan pejabat senior menuliskan bahwa jasad Osama dimandikan dan difoto di Jalalabad. Prosedur penting untuk pemakaman secara Islam sudah ditampilkan dalam kapal itu.

"Dengan jasad Bin Laden dimandikan lagi dan dibungkus dengan kain kafan putih. Fotografer merekam pemakaman itu di bawah cahaya matahari penuh, Senin pagi 2 Mei," demikian tulis Bowden yang dikutp Hersh.

Dalam artikelnya, Bowden mendeskripsikan foto-foto tersebut sebagai berikut:

Satu frame menunjukkan bahwa jasad dibungkus kain kafan. Berikutnya menunjukkan itu dibaringkan diagonal di atas alat peluncur, dengan bagian kaki mengarah ke laut. Frame berikutnya, jasad itu menyentuh air. Berikutnya yang tampak itu di bawah permukaan dengan riak-riak menyebar. Frame terakhir hanya ada riak-riak melingkar di permukaan. Jasad Osama bin Laden pergi untuk selamanya.

Menurut Hersh, Bowden tampak sangat berhati-hati untuk tidak mengklaim bahwa dia melihat sendiri foto-foto yang dideskripsikan itu.

"Dan akhir-akhir ini dia memberitahuku bahwa dia (Bowden) tak melihatnya (foto-foto itu). Dia bilang 'saya selalu kecewa saat saya tak bisa melihat sesuatu sendiri, tapi saya berbicara dengan seseorang yang saya percaya yang mengatakan bahwa dia melihatnya (foto-foto) sendiri dan mendeskripsikannya dengan detil'," tulis Hersh.

Pernyataan Bowden itu makin menimbulkan pertanyaan tentang pemakaman di laut, para jurnalis meminta dokumen atas dasar Freedom of Information Acts. Namun tak ada yang direspons.

"Pentagon merespons bahwa pencarian yang tersedia tak ada hasil, tak ada bukti bahwa ada foto-foto yang diambil saat pemakaman," tulis Hersh.

Ternyata respons Pentagon yang sepi-sepi saja itu menjadi jelas setelah pemerintah Obama banyak menerima tuduhan bahwa Obama memberikan akses pada materi-materi yang tak dirilis pada pembuat film Zero Dark Thirty, film tentang penyergapan Osama bin Laden.

Laporan Pentagon yang diunggah online pada Juni 2013, mencatat bahwa Laksamana McRaven meminta file penyerangan Osama dihapus dari semua komputer militer dan dipindah ke CIA, yang terlindung dari permintaan Freedom of Information Acts. Aksi ini berarti bahwa tak ada orang luar bisa mengakses catatan USS Carl Vinson.

Catatan harian (logs) sangat disakralkan dalam AL AS, terpisah dari operasi udara, bagian dek, departemen mesin, bagian kesehatan, dan perintah kendali informasi. Catatan itu menunjukkan kegiatan di atas kapal dari hari ke hari, jika ada pemakaman di atas USS Carl Vinson, maka pasti akan tercatat.

Hersh juga tak mengendus gosip soal pemakaman itu di kalangan para pelaut. Saat kapal sedang doking di kawasan asalnya, Coronado, California, Laksamana Samuel Perez, komandan kapal USS Carl Vinson memberitahu jurnalis bahwa kru kapal diperintahkan tidak berbicara tentang pemakaman. Nahkoda USS Carl Vinson, Kapten Bruce Lindsey memberi tahu jurnalis bahwa tidak mungkin mendiskusikan hal itu (pemakaman di atas laut).

Salah satu kru Carl Vinson, Cameron Short, pada media Commercial-News dari Danville-Illinois, mengatakan bahwa kru tidak diberi tahu apapun tentang pemakaman itu. "Semua yang dia tahu adalah apa yang dilihat dalam berita," tulis Commercial-News yang dikutip Hersh.

Pentagon kemudian mengirim serangkaian rilis melalui email Associated Press. Salah satunya, Laksamana Charles Gaouette melaporkan bahwa pemakaman itu sudah mengikuti 'prosedur tradisional pemakaman Islam'. Namun, tak ada indikasi siapa yang memandikan dan membungkus jasad Osama dengan kain kafan, atau ada petugas berbahasa Arab yang menanganinya.

Beberapa pekan setelah penyerangan pada Osama itu, Hersh diberitahu oleh 2 konsultan Operasi Khusus penyerangan Osama, yang memiliki akses ke intelijen bahwa 'pemakaman di atas kapal Carl Vinson tidak terjadi'.

"Seorang konsultan memberitahu saya bahwa jasad Bin Laden difoto dan diidentifikasi setelah diterbangkan ke Afghanistan. Konsultan itu menambahkan bahwa 'dalam titik itu, CIA mengambil kontrol jasadnya. Sampul berita mengatakan itu diterbangkan ke Carl Vinson'," tulis Hersh.

Informasi konsultan pertama dibenarkan oleh konsultan kedua bahwa 'tak ada pemakaman di laut'.

(nwk/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads